Langsung ke konten utama

“Hilang “





Jangan pernah tinggalkan orang yang paling berharga dihati dan hidupmu. Jangan biarkan dia pergi …

Begitu indahnya alunan nada yang sedari tadi ku dengar dari petikan gitar galih. Entah sudah berapa judul lagu yang telah dinyanyikannya. Aku tetap terdiam memperhatikannya.
“dek,kenapa diem aja sih dari tadi ? Bosen ya ?”Tanyanya perhatian.
“gak kok,bang. hanya mencoba untuk menghayatinya aja.”
“kenapa? Suara abang bagus kan,dek?”Ungkapnya sambil tersenyum manja padaku.
“hmm…”
Galih adalah abang angkatku. Dia adalah orang yang selalu mengerti akan keadaan aku. Walau pun dia hanyalah abang angkatku tapi waktunya selalu ada untukku. Kapan pun itu. Perhatiannya selalu stay untukku. Disaat aku sakit,dia tau. Begitu juga disaat dia sedang sakit. Aku pun tau. Kami saling memenuhi. Dia terkenal sebagai cowok yang playboy disekolah. Tapi,setiap orang tau. Kalau aku adalah adik angkatnya. Karna aku gak mau di anggap sebagai pacarnya. Karna aku menyayanginya,sebagai abangku. Dia tlah ku anggap sebagai abang kandungku sendri. Begitu pun dia menganggapku.
“dek…”sapanya lagi.
“ya?”
“dek,abang sayang banget lho dengan pacar abang itu. Abang gak tau harus ngapain lagi ke dia,biar dia percaya kalau abang cuma sayang ke dia dek.”
“jadi aku harus apa? kenal orangnya aja enggak.”
“hems…”tiba-tiba dia berdiri dan berjalan kearahku.
Tak ku kira,dia ingin mencubit pipiku…
“aaaaakh,sakit lho bang. Euuuum….”
“ih…ih…,manja banget adek aku ini…”
“sakit lho bang. Iseng banget sich.”
“kamu itu gemesin tau gak,dek..”
“gak !!!!”
“ouh,sini biar abang cubit lagi. Biar tau…”
“iiiih,jangan lah…”jawabku memelas.
“ih…dek,dek.”Katanya sambil tersenyum manis padaku dan memelukku.
Aku pun memukul pundaknya dan mencubit perutnya. Aku sengaja untuk mencubit perutnya. Karna aku lucu banget kalau melihat dia sedang latah.
“eeekh,janganlah dek. Malu abang lho…”
“lucu lho,bang. Hahahaha”
“janganlah sayang…”ungkapnya sambil mengelus kepalaku.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku pun langsung meraih ponselku di dalam laci tasku yang ku letakkan di atas meja sudut ruangan. Ku lihat ada pesan masuk.


Sender : Amie
Message body: Dita,kamu dimana? Buruan kesini,kamu pulang bareng aku kan ? aku di kantin…
J
 




“bang , adek pulang ya. Amie udah ngajak pulang. Lagian mendung bang,udah sore lagi. Adek takut hujan deras…”aku berjalan kearahnya dan meminta tangannya untuk aku salami.
“hati-hati ya dek…”
“hmm…”
Aku pun pergi meninggalkan galih sendiri di ruangan music itu. Aku pun turun dan langsung nyamperin amie di kantin. Saat bertemu amie,dia udah siap dengan semua omelannya.  Aku pun hanya tersenyum mendengarkannya. Arah rumah kami sama,dan rumah kami juga tidak terlalu jauh dari sekolah. Jadi kami hanya berjalan kaki untuk pulang-balik sekolah. Tak butuh waktu yang lama untuk sampe’ kesekolah. Tak terasa,aku udah sampe’ dirumah…
“duluan ya amie comel…”
“yoi…”
***
Pagi yang cerah… mentari pagi yang indah dan segarnya udara pagi. Menyambut pagiku. Aku pun melihat ponselku. Kulihat ada satu pesan masuk,tapi tak langsung ku buka. Aku pun bangkit dan beranjak ke kamar mandi lalu mencuci muka ku agar terlihat segar. Lalu aku pun kembali ke kamar lagi dan mengambil ponselku. Ku lihat pesan tadi. Ternyata galih,ada 3 pesan masuk darinya untuk membangunkan pagiku. Tapi nyatanya aku tidak terbangun. Sangat sulit bagiku untuk mendapatkan bangun pagi. Namun mudah bagiku untuk tidur malem. Hmm…,temen-teman bilang tidur aku kebo’. Tapi bagi aku gak juga,karna bangun ku tidak terlalu lama. Hanya jam 7 pagi,tidak terlalu buruk. Hari minggu yang cerah…
“dita….,kamu udah bangun???”Bundaku memanggilku dari dapur.
“udah,nda…”
“kalau udah. Buruan kesini,saparan sayang…”
Aku pun langsung beranjak keruang makan untuk sarapan. Setelah selesai sarapan,aku langsung pergi mandi. Setelah aku selesai mandi,aku buka ponselku. Ku lihat ada dua pesan masuk. Ternyata temenku yang comel itu. Amie! Aku pun membuka pesan itu..
“pagi dita… weekend kemana nech??? J
“gak tau ne,amie. Dita bingung…”
“gak jalan dengan bintang?”
“bintang??? Gak akh,kasian dianya. Kemaren dia abis latihan bola. Gak mungkin dong dita ajak maen?”
“iya ya? Dengan galih ?”Tanya amie lagi.
“galih…? Gak akh,males. Kayaknya sekarang dia lagi latihan paskibra dech,mie…”
“ouh,kalau gitu jalan dengan aku ajak yuk…”ajak amie.
“mau kemana?”
“belanja gitu? Makan ?”
“emm,ogah akh. Aku mau ke rumah bintang aja dech. Mau ngelihat keadaan dia”
“yaaaa eeeelah !!!! Tadi gak mau. Sekarang aku ajakin jalan,malah mau kerumah bintang..”
“hehehe,sorry dech ya amie. Kamu gak jalan dengan putra ?”
“haa? Udah putus…”
“lho? Kenapa?”Tanya ku penuh rasa heran. Namun sms ku gak dibalas oleh amie. Dan perbincangan kami pun berhenti disitu. Aku pun bersiap untuk berangkat kerumah bintang.
“bunda,dita keluar dulu ya..”
“iya,hati-hati ya”jawabnya sambil ku salami.
“assalamualaikum….”
Aku berangakat kerumah bintang dengan mengendarai motorku. Karna rumah bintang agak sedikit jauh dari rumahku. Sebelum kerumah bintang,aku pun singgah ke mini market untuk membeli makanan. Dan setelah itu pun aku kembali berangkat kerumah bintang. Setiba dirumah bintang. Ternyata bintang masih tidur,mungkin karna dia kecapek’an abis latihan kemaren. Aku pun berbicara dengan mamanya.
“eum,tante. Bintangnya boleh aku samperin ?”
“ouh,gak apa-apa kog. Samperin aja,dit. Biar dia malu..”Kata mama bintang sambil ngeledek.
Aku pun langsung nyamperin  bintang ke kamarnya. Tiba dikamarnya,aku pun langsung membangunkannya. Tidurnya terlihat sangat nyenyak.
“bintang…,sayang..”Aku mencoba membangunkan bintang dengan pelan.
Bintang tetap enggak bangun juga. Hingga ku buka jendela kamarnya,dia tetap belum bangun juga. Dan tiba-tiba…
“aaakh,”
“dit,kamu pagi-pagi kok udah kesini? Aku masih bauk lagi…”tiba-tiba bintang menarik tanganku hingga badanku berada didalam pelukannya.
“iiih,udah tau kamunya bauk. Kenapa akunya di peluk,bintang??”
“biar kamu gak kesini lagi kalau pagi…”
“bintang,lepasin dong akh. Ntar dilihatin bunda kamu lho.. Kan malu,bintang..”
“eum,gak apa-apa dech. Aku masih ngantuk,biarin aja kamu di pelukan aku sampe’ aku bangun..”
“bintang…,lepasin dong…,nanti aku nangis lho.”Aku mencoba merengek.
“nangis aja. Makin bagus dong…”
Tiba-tiba bunda bintang datang…
“hmm…,anak muda…”
“iya ma…,anak mudakan”bintang pun mencoba untuk meminta belaan mamanya.
“iya,tapi kasihan dita nya dong sayang…”perhatian bunda bintang padaku.
“tu kan. Bunda kamu aja tau,kalau digituin gak enak. Lagian kamu bauk lagi.. Wekk”aku pun meledek bintang.
“ngeledek,aku peluk lagi mau?”Kata bintang.
“iiiiiish…”
Bintang pun tertawa ngeledek. Aku pun keluar dan langsung pamit ke tante.
“tante,dita pamit ya.”
“lho,kog cepat banget dita. Ntar bintang nyariin kamu lho…”
“bilang aja,dita ngambek.”Jawabku ringan sambil menciumi pipi ibu mertuaku itu.
“eum,yaudah deh. Hati-hati ya dita…”
“iya tan…”jawabku sambil membalas lambaian tangan dari bundanya bintang.
Aku pun pulang mengendarai sepeda motorku. Saat aku berada di perjalanan,ku lihat ada kejadian kecelakaan di jalanan. Aku pun mencoba untuk melihat kejadian itu. Ternyata yang kecelakaan adalah anak muda. Seperti seumuranku,. Air mataku menetes tanpaku sadari. Tak mengerti,kenapa aku harus mengingatnya lagi. Dia…,cowok yang pernah mengisi relung hatiku. Hati itu pernah kosong,hampa…,tanpa penghuni. Tak sedikit pun ada warna yang indah di dalamnya.
Namun,disaat seseorang orang tlah mampu untuk menerobosnya. Kenapa orang itu harus hilang? Dengan cara yang tragis? Aku pun memilih untuk menyingkir dari tempat itu. Ku buka ponselku. Masih tersimpan seluruh kenanganku dengan dia. Andreas aditya,dialah cowoknya. Dialah orangnya. Ntah apa yang ada di dalam dirinya,yang mampu membuatku terlalu mencintainya. Terlalu menyayanginya. Bagiku dia bagaikan guardian angel. Disaat aku kesel,bete’,bad mood,dan sedih. Senyumnya selalu hadir untukku. Dia selalu mampu untuk membuatku tersenyum. Dia cowok yang mampu ngilangi sifat moody aku. Terlalu indah untuk aku lupakan.
Tapi semua itu hanyalah kenangan. Andreas aditya takkan pernah kembali lagi hadir di hidupku. Dia tlah pergi 2 tahun lalu. Dia harus meninggalkan ku,karna kecelakaan motor. Sewaktu dia baru pulang sehabis latihan basket. Malam itu hujan deras. Dan dia sendirian. Dia pulang dengan mengendarai sepeda motor,aku tak mengetahui kejadian jelasnya. Yang ku tahu,dia pergi karna bertabrakan dengan minibus. Kenangan…,akan tetap menjadi kenangan.
“andre…,aku kangen kamu…,aku masih selalu sayang kamu andre…aku kan tetap selalu menyayagimu. Selalu…”aku pun menangis terisak-isak sambil melihat foto-foto kenanganku bersama andre. Dan aku pun menciumi fotonya. Seseorang yang akan selalu ku cintai,tapi takkan pernah hadir lagi di hidupku. Sampai kapan pun…
***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Friend Never End

            Taukan, sekarang bulan berapa? Dan waktu kita untuk bernafas diudara yang sama tak lagi lama. Dua tahun diatap yang sama selama 6jam itu bukan waktu yang singkat. Udah pasti banyak suka dan dukanya. Banyak tengkar dan tertawanya. Ada nangisnya juga. Marah-marahan. Udah deh.. gak perlu dijelasin panjang lebar. Kita yang sering disebut-sebut guru sebagai kelas unggulan, karna kita hidup dikelas IPA1. Dan sering juga kita juluki GEOMETRIS, terdiri dari 31 orang yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada 7 orang cowok ganteng dan 24 cewek manis.             Kehidupan bersama kita berawal pada bulan Juli 2012. Pada awal masuk kkelas itu. Kita semua belum saling kenal. Belum saling akrab. Cuma sekedar tau nama panggilan masing-masing. Ada salah satu teman cewek kita dikelas itu yang agak menonjol. Anaknya cantik, tapi rada tomboy, suka nyeplos...