Langsung ke konten utama

Cinta Butuh Waktu




Setelah beberapa lama menunggu...
Akhirnya , tiba juga dibandung. Kota yang sangat aku dambai. Gak tau kenapa, aku pengen banget untuk datang ke bandung. Dan ,mimpi itu pun terwujud. Bahkan dengan kedua sahabat aku.
“yeah,akhir aku sampe’ dibandung.”
Karna terlampau senang dan gembira , aku tak sengaja menabrak seseorang. Dan , aku tak sengaja menumpahkan secangkir kopi yang dibawa oleh orang itu.
“haa…,sorry pak. Aku gak sengaja.”
“eh , sorry-sorry. Baju gue basah nich ..! panas ni.. Tadi lu panggil aku apa?”
“hmmm ? pak…”
“enak aja lu panggil aku bapak , sejak kapan aku nikah dengan nenek lu ?”
“maaf ya pak. Eh, mas..”aku pun membungkukkan badanku.
“eh , tolong jadi orang yang sopan ya.”
“iya jadi aku harus gimana …? Paa..,eh mas ,,”
“ganti baju gue ?”
“haa ?Ganti baju lu ?”
“iya …, masa’ gue harus pake’ baju basah gini !”
“ya udah dech , aku relakan salah satu T-shirt aku. Buat orang bawel kek lu …!”jawabku kesel.
Aku pun mengambil kaus putih berlengan pendek dari dalam tas. Padahal , T-shirt itu adalah baju kesayanganku. Coz itu Tshirt kado ultah deira. Tapi , mau gak mau. Dia harus merelakannya.
“nih …! Okey , aku cabut.”karna terlalu jengkel, aku pun tak menghiraukan sopan santunku lagi.
Aku pun pergi meninggalkan cowok itu. Tanpa basa basi lagi. Dan dengan perasaan jengkel yang teramat.
“eh , kita kan belum kenalan dulu.”
Aku tak lagi memperdulikan perkataan orang itu lagi. Cowok yang tadi gak sengaja dia tabrak saat dia sedang kegirangan. Sekarang , hati tlah berubah jadi bete’. Aku pun menelpon dita. Karna , saat baru sampe’ tadi. Dita dan Tya pergi ke toilet. Sampe’ sekarang belum juga balik.
“hallo…, dit. Kalian lagi dimana ?”
“lho , kamu yang dimana? Kami udah dihotel ni , kamu dimana?”
“Apaa..? Resek banget, kok aku ditinggalin….?”
“yah…., kita pikir kamu udah sampe’ hotel duluan. Tau-taunya masih di Airport. Sorry dech , ra.”
“yaudah dech , aku ke sana sekarang. Ntar kalau dah nyampe’ aku bilang ke kalian.”
“yaudah , hati-hati ya deira .”
“iya iya…”
Aku pun langsung keluar dan mencari taxi untuk segera berangkat ke hotel. Aku menunggu taxi yang lewat dan juga kosong. Tapi dari tadi , tak satu pun ada taxi yang kosong. Hampir setengah jam kaki ini tlah berdiri di depan Airport.
“duh , pegel juga nie dari tadi. Mana juga tu taxi.”
Aku pun terus menunggu taxi yang datang. Saat , aku memperhatikan taxi satu persatu , tiba-tiba  , ada mobil yang berhenti di depanku. Dan , saat kaca mobil itu di buka…....
“kamu…..!”
“hai.., kamu lagi ngapain disitu?”
“tidur .., ya cari taxi lah. Aneh  banget sich jadi orang…”
“jutek banget sich , mbak. Sekalian yuk..”
“maksud lu , apa ?”
“yuk , sama aku. Sekalian , sebagai tanda pengenalan kita. Aku juga mau kearah sana...”
“ya udah dech ,,,”
Akhirnya aku pun berangkat ke hotel mengendarai mobil cowok resek tadi. Terpaksa, karna aku harus nyusulin kedua sahabatku di hotel.
“Btw , kita belum kenalan. Aku aditya…”
“oh , aku deira....”Dengan nada yang jengkel.
“nama yang bagus dan cantik.”
“ehm…”
“kamu datang dari mana ?”
“aku dari pekanbaru …”
“lho , kok bisa nyasar ke bandung ?”
“iya , aku ke bandungtu mau liburan. Ya , refreshinglah bareng temen – temen aku.”Masih tetep jutek.
“owh…, gitu ya..”
“ehm..”
“kamu sekarang kuliah , atau sekolah?”
“menurut kamu?”
“ya , mana aku tau.”
“eh , belok kanan ya. Ntar , ada hotel disitu.”Mengalihkan pembicaraannya.
“oh , okey.”
Sekarang tepat di depan hotel.
“thank’s ya. See you next time..”
“eh , mbak... Ehk , sial. Jutek banget sich tue cewek... Jangankan nomer handphonenya. Perhatian dia aja gak dapet...”ungkapnya sambil memukul stir mobilnya.
Aku pun turun dan segera masuk kedalam hotel. Dan aku pun langsung menuju receptionis , dan menanyakan kamar yang dita dan tya tempati.
“kamar 29 mbak”
“okey , terima kasih…”
Aku pun langsung pergi menuju kamar dita dan tya. Tiba di depan kamar…
“hai cewek-cewek resek…”
“deira…,”kata tya.
“kamu kok lama banget sich?”Tanya dita heran.
“gimana gak lama , gak ada satu pun taxi yang kosong. Dan mau aku tumpangi”
“jadi kamu kesini naik apa?”
“sikil…!!”
“haa ? Jalan ???”
“hehehe , gak kok. Aku cuma bercanda..”
“jadi kamu kesini naik apa?”tanya tya dan dita.
“ehm…, aku tadi nebeng di mobil orang.”
“apa , nebeng ?”
“tapi , orang itu kok yang nawarin aku. Swear dech…!”
“by the way , yang nganterin kamu tadi… cewek atau…”
“cowok…”potong deira.
“haa ? Ganteng gak?”
“ya…, lumayan lah. Manis…, mirip dengan ....tukang sampah yang suka lewat depan rumah !”
“apaan sih? ...ehm.., namanya siapa ?”gerutu tya.
“siapa ya…, kalau gak salah. Adit , ya. Aditya..”
“nomer telponnya berapa?”dita pun berusaha mengintrogasi.
“heeh , mana aku tau.”
“lho , kalian gak tukeran nomer ?”
“eng…gak!”
“yah…,deira…..”dita juga tya pun kecewa berat.
“ya , buat apa coba ?”
“dei , sekali kali. Care dikit napa sama orang laen. Apa lagi sama cowok.”Kata dita.
“akh , gak penting juga. Udah dech , aku mau mandi dulu. Okey , gals..”
“dei… kamu mau jomblo terus.”kata tya.
“jones lu ah…”sindir dita yang juga jengkel.
“udah dech , mending sekarang kalian tidur. Trus , mimpi ketemu ama tue cowok. Ntar aku siap mandi. Aku bangunin dech..”
“yah, deira”
“dah akh…”
Aku pun pergi membongkar tasdan mengambil baju juga handuk. Setelah itu , aku pun pergi mandi. Setelah selesai mandi , aku pun merasa lapar. Perutku terus menggerutu minta di isi. Persis kayak dita dan tya tadi.
“gals , kalian udah makan ?”
“belum…”ungkap mereka dengan perasaan yang masih seperti tadi.
“makan yuk , aku laper nich.”
“kita pesan atau makan keluar ?”dita pun bersumringah.
“keluar aja yuk. Cari Mc.donald atau KFC gitu.”
“yaudah , yuk.”tibaa-tiba dita bersemangat.
Aku , Dita dan Tya pun keluar mencari café untuk tempat makan siang. Kami pun mencari taxi. Dan , akhirnya taxinya pun datang. Tiba di Mc.donald…
“aku pesen chiken katsu aja dech ..sama pepsi aja ”kata deira.
“aku… , fried chiken aja dech . Minumnya orange juice.”
“kamu tya ?”
“apa ya ..? Ehm , soup krim dan orange juice aja dech.”
“okey , sebentar ya mbak…”
“ya…”jawab mereka kompak.
Mereka pun menunggu makanan yang mereka pesan sambil berbincang bincang.
“dei , sebenarnya siapa sich cowok yang kamu bilang itu?”
“ih , kalian apa gak ngerti yang aku bilang tadi ? Aku tu cuma kebetulan aja ketemu dia.”
“masa’ bisa kebetulan gitu…”
“iya , sebenernya juga aku ketemu dia tu bukan waktu mau pulang. Tapi , waktu baru sampe’. Aku kan seneng banget tuh , aku gak sengaja nabrak dia. Trus , kopinya dia itu tumpah ke baju dia.”
“trus , dia marah gak ?”
“marah ? Ya iyalah , tue cowok bawel banget lagi..”
“masa’ iya sich ..”
“Cuma gara-gara aku gak sengaja numpahin kopi ke baju dia. Aku harus merelakan Tshirt aku yang putih itu lho…”
“deira…..”wajah dita dan tya tiba-tiba jadi sumringah dan kesenengan.
“haa ? Kenapa sich ?”
“berarti , kamu punya kenang-kenangan untuk dia. Dia kasi kamu apa?”
“akh , capek bicara ama kalian. Tulalit….”
Akhirnya makanannya datang…
“mending sekarang kita makan. Coz , aku udah laper banget nich…”
“huh…,deira….!”
    Mereka pun makan dengan hati yang jengkel melihat deira. Cewek yang cuek abiez dengan orang laen. Apa lagi dengan cowok. Enggak tau kenapa , deira bisa secuek itu ke cowok. Deira jauh berbeda dengan cewek zaman sekarang. Yang centil , belaga jadi artis nomer satu di dunia. Kalau diera sich , cuek banget. Kadang , dia pake’ style cowok abiez! Gak mau dengerin temen-temennya untuk dandanan.
Setelah selesai makan , mereka pun pulang…
“dei , kita gak usah langsung balik ke hotel ya…”kata dita.
“ya udah , tapi kita kemana ?”
“ehm , ke butik aja yuk…”
“yaudah yuk…”
Mereka pun masuk ke salah satu toko baju yang ada di supermall bandung. Mereka pun melihat baju-baju yang ada. Dita dan Tya melihat style cewek yang lagi center. Sedangkan deira , melihat Tshirt cowok yang keren menurut dia.
“ehm , aku pengen cari Tshirt putih.”
Deira pun melihat satu persatu baju-baju yang ada. Dan ….
“nie dia ,, akhirnya dapet juga”
Namun tanpa disengaja, baju itu juga dipegang dengan orang lain. Dan orang itu ternyata..
“kamu… aditya”
“deira....., kamu kok ada di sini ? …”
 “hei …, ini tu tempat umum. Okey …”kata deira sewot.
“kesini bareng siapa ?”
“ehm …, kelihatannya ?”Masih tetep jutek dan cuek seperti awal ketemu.
“sendirian sich …”
“ya udah”
“eh , kamu udah makan ?”
“udah tadi bareng temen-temen…”
“temen ?”
“iya …, “
“lho , tadi katanya sendirian ?”
“gak , aku gak ada bilang aku sendirian. Kan kamu yang bilang…”
“iya juga sich.  By the way , temen-temen kamu mana ?”
“lagi pada nyari baju…”
Tiba-tiba , Dita dan Tya datang menghampiri Deira…
“dei…,ini baju bagus gak ?”
“hem…,bagus.”
“iya , bagus kok…”sambung adit.
“eh , kamu siapa …..?”tanya Dita dan Tya heran.
“oe ya , aku Aditya…”
“owh…, aku Dita.”
“hai….,aku Tya. Shintya Amanda…”
“eh , Tya. Kamu kenapa ? Dia gak ada nanya nama lengkap kamu , kog kamu kasih tau…?”Kata deira heran.
“biarin aja ,,”kata Tya seneng.
“ternyata ini aditya ? Ganteng dan keren banget…”kata Dita dalam hati.
“ehm…, ganteng abiez nie cowok.ini sich bukan mirip Rezky Aditya. Tapi , Justin Timberlake ... Atau gak Joe Jonas”Batin Tya.
“woy……, kok ngelamun ?”
“sorry , adit kamu tinggal dimana ?”
“iya , tinggal dimana? Sekolah dimana? Hobbynya apa?”
“woy , kalian ini kenapa? Aneh banget sich. Lebay akh ,,”
“dit , kamu udah makan siang ?”
“hem , belum”jawab adit.
Deira pun di cueki oleh dua sahabatnya itu.
“oe ya ,dit. Boleh minta nomer telpon kamu?”Kata Dita.
“owh…, boleh. 087845537112.”
“thank’s ya dit…”
“aku pulang dech…”kata deira jengkel.
“dei , deira… jangan marah gitu dong..”Mereka pun langsung mengejar deira yang tiba-tiba ngambek.
“hem… , aneh banget sich !3 cewek yang berbeda”ungkap adit heran.

***
“Andeira Haliqa …, kamu jangan marah dong. Yah , kami kan cuma mau kenal aja dengan adit.”
“ya udah , terus aja care sama dia tu. Aku , cueki aja…”
“tapi , gak segitunya juga lah ra…”
“auk akh , gelap !”
Deira pun tidur meninggalkan temen-temennya. Karna masih ngambek di cuekin hanya karna ada adit. Cowok yang baru mereka kenal tadi.
“aneh banget sich. Hal apa yang buat mereka tergila - gila dengan tue cowok..?”Deira pun membatin.
***
    Tlah dua hari deira dan temen-temennya dibandung. Tapi , deira masih aja belum merasa senang. Yang ada , dia malah bete’. Bete’ banget malahan , hanya karna cowok yang dia jumpai di airport secara tidak sengaja. Ehm… ,Tapi , kalau di lihat bener-bener. Lumayan juga sich…
 Saat deira sedang melamun. Dita dan Tya mengagetkan deira…
“darr…, kamu lagi mikirin apa hayo………? Mikirin adit ya ?”
“enak aja…, sorry dech ya. Aku malah bete’ ngeliat dia.”
“bete’ …?”
“iya…”
“owh…, bete”Kata Dita dan Tya sambil tersenyum nakal.
“apaan sich kalian ini? Ih………”kami pun pukul pukulan pake’ bantal.
“udah…udah…, cape’ akh.”ungkapku.
“hahahaha…”kami tertawa gembira. Layaknya suatu sahabat.
“eh, deira , Tya.. Hari ini kita ke pantai yuk.”
“pantai…?”
“iya…, refreshing gitu…”kata dita.
“asik juga… ayuk..”
Kami pun pergi ke pantai untuk bersenang-senang. Pantai adalah tempat terindah buat hang-out dan refreshing.  Tiba di pantai…
“guys , ini bali atau bandung ?”Kata deira garing.
“lu gila ya ? Ya bandung lah…”
“ah, masa iya…”
Mereka pun berlari-lari di atas pasir putih yang indah di pinggir laut biru lembayu. Saat sedang asik berlari-lari. Tak di sengaja , kaki deira terinjak siput duri.
“aww…”
“deira…,kamu kenapa?”
“ini , kaki aku sakit banget dit. Keknya aku nginjak siput duri dech…”
“iya , dei. Emang bener. Duh gimana nich ?”Kata dita binggung.
“udah dech , kita pulang aja yuk…”ajak tya yang juga kebingungan.
Mereka pun menuntun deira menuju hotel. Saat deira ingin di tuntun oleh sahabatnya. Tanpa di bayangkan , adit datang.
“deira…, kamu kenapa?”
“adit …? Kaki deira terkena siput duri. Jadi , kakinya berdarah nih.”
“ya udah , yuk aku anterin pulang.”
Tanpa di duga , adit menggendong deira…
Mata mereka pun bersatu. Bagaikan romeo dan Juliet…
Tiba di hotel…
“thank’s ya dit…”
“ya…, kalau gitu. Aku pulang dulu ya…”
“ehm…”
Dita dan Tya pun langsung menutup pintunya. Dan…
“deira…, so sweet banget…”
“pasti deira berbunga-bunga nich…”
“auk akh , gelap…! Capek , aku mau tidur…”
Ini adalah hari ke lima mereka ada di bandung …
“huh …, hari ini kita mau jalan kemana dei ?”
“ya …, terserah kalian aja dech. Aku lagi males , pengen tidur. Aku masih capek , kemaren di pantai kaki aku terkena siput duri. Trus , kemaren mau ke puncak. Mobil kita ban nya pecah. Jadi aku masih capek sekarang…. 
Tiba-tiba , pintu kamar mereka diketuk. Tak tau siapa yang mengetuk pintu kamar mereka sepagi ini. Dan Tya pun membuka pintunya…
“pagi…”
“aditya …?”
Dari dalam Deira dan Dita kaget..
“haa ? Adit? Mau ngapain dia pagi-pagi gini ke sini?”
“iya , ya…”Dan Tya pun mengajak Adit masuk…
“ya udah , masuk dulu yuk…”
“thank you ,,”“mau minum apa ?”
“ehm…, gak perlu repot-repot tya.”
“gak repot kog…, ntar dulu ya , dit. Duduk aja dulu…”
“ya.. “
Tya pun menghampiri deira dan dita.
“gals , adit”
“mau ngapain dia kesini?”ungkapku.
“gak tau .. Mau ketemu ama kamu keknya dei…”
Deira pun menghampiri adit sambil membawa teh dan roti…
“hai, ada apa ya?”aku pun meminum the yang tadi aku bawa.
“enggak , aku Cuma mau ngajak kamu jalan aja…”
“heuk…heuk…”deira pun terbatuk karna kaget.
“eh , minum lagi ra.”
“kamu ke sini mau ngajak aku jalan ? Gak salah tu , dit ? Bukannya slama ini kamu deketnya sama dita dan tya?”
“emang iya , tapikan Cuma temenan aja…”
“trus ?”
“kamu mau kan jalan sama aku ?”
“ehm…, sorry ya. Bukannya aku gak mau , tadi teman-teman aku juga ngajak sich. Tapi aku lagi gak enak badan aja nich. Sorry ya, dit.”
“ya udah dech. Gak apa apa.  kalau gitu, aku langsung pulang aja ya..”
“ya…maaf ya dit”
Deira pun menutup pintunya dan kembali ke atas bed untuk tidur. Saat dia mau meletakkan badannya. Tiba-tiba Dita dan Tya menyambarnya……
“dei…,dei…, jangan tidur dulu…”kata Dita dan Tya sambil menarik tanganku.
“apaan sich ?”
“kenapa kamu  tolak permintaan dan ajakan adit ? Haa ?”
“seperti yang aku bilang ke kalian. Aku lagi males dan masih capek…”
“ya ampun , deira… kapan sich sifat cuekmu itu hilang ???”
“iya , nich anak aneh banget sich. Kapan hati lu tu bisa luluh…?”
“ehm…,auk akh. Gelap…”
Saat deira mau meletakan badannya. Tangannya di tarik dengan Dita dan Tya.
“gak , kamu belum boleh tidur.”
“apa lagi sich ?”
“deira…,kamu ngerasa gak sich ?”
“apa ? Kalian laper ? Atau bosan ?”
“ehk……, kamu ngerasa gak sich ? Kalau aditya tu cinta ama lu , deira…”
“haa ? Coba ulangi lagi …”
“aditya cinta sama lu…”
“hehehaha…, lucu …,lucu banget.”
“ni anak stress atau apa sich ?”Kata Dita jengkel.“iya , lucu…”
“a….auk akh , gelap…! Bete’ tau gak”dita pun pergi meninggalkan deira.
“hei , tu kan kamus aku…”
Saat deira sendiri. Dia pun merenung…
“masa’ iya sich , cowok itu cinta sama aku ? Secara , aku kan cuek banget sama dia. Malah, Dita dan Tya lebih care ke dia. Imposible kalau dia cinta sama aku…”
***
Sudah seminggu mereka di bandung. Dan besok mereka akan pulang ke pekanbaru. Karna , hari ini adalah hari terakhir mereka di bandung. Mereka pun memilih untuk pergi ke gunung Tangkuban perahu. Tempat yang memiliki suatu legenda zaman dahulu…
“deira…, kita kan mau ke gunung nich. Jadi , kamu mau naik mobil atau gerobak angkut?”
“haa ? Gerobak angkut ?”
“iya ,..”
“mobillah…, eh bawa jaket. Ntar dingin…”
“yaudah , yuk…”
Mereka pun berjalan keluar hotel…
Saat mereka tiba di luar. Mobil yang akan mereka naiki pun tlah datang. Dan mereka pun langsung naik dan berangkat menuju gunung tangkuban perahu. Selama di perjalanan. Udaranya sangatlah dingin. Hingga akhirnya mereka tiba di gunung tangkuban perahu. Mereka pun langsung turun dan mendaki gunung itu…
“guys , aku pengen banget ngeliat kawahnya…”kata deira yang sangat gembira banget.
“iya , aku juga… yuk …”ajak tya.
Tiba diatas gunung…
“huh…, capek…”
“guys…,lihat kawahnya… its so amazing…”
“wow…, keren banget”kata mereka kagum.
“dei , andai disini ada adit ya…”
“haa ? Adit ? Aditya ?”Deira pun heran.
“Iya…”jawab Tya.
“kenapa harus dia ? Kek gak ada cowok laen aja gitu.”
“ya…, tapikan aditya yang…”perkataan dita pun terputus.
Aditya pun datang dan menutup mata deira dari belakang.
“andre…”
“haa ?”Dita dan tya pun kaget. Mereka tidak mengira bila Deira masih ingat dengan Andre. Mantan kekasihnya , yang tlah meninggalkan dia untuk selamanya. Karna andre kecelakaan motor saat baru pulang latihan basket. Deira sangat sedih saat melihat andre harus pergi meninggalkannya. Andre bagaikan malaikat yang tlah membuat deira selalu bahagia.
“andre…? Dia siapa ?”Adit pun melepaskan tangannya.
Deira pun membalikan badannya kearah adit.
“adit…”
“andre siapa ?”
“andre…, andre… itu.”Deira pun meneteskan air matanya.
Dita dan Tya pun menghampiri deira. Mereka tidak mengingat bila , andre suka menjahili deira dengan cara yang sama seperti adit lakukan. Dita dan Tya pun memeluk deira. Mencoba menenangkan hati deira.
“maafin kita ,dei. Kami gak bermaksud untuk buat kamu ingat dengan andre lagi ,dei..”
“iya , Dit. Tya…”
Adit pun mencoba untuk pergi meninggalkan mereka. Tapi…
“adit…”deira menarik tangan adit dan memeluknya.
“sorry dit, aku gak bermaksud buat nyakiti hati kamu. Aku bisa kok hargai perasaan kamu ke aku.”
“iya , dei. Aku bisa ngerti perasaan kamu sekarang kok…”
“dit... , aku janji , aku akan belajar. Untuk bisa terima kamu dihatiku...”
“thank’s ya , dei. Aku juga akan coba , untuk menggantikan andre dihati kamu…”
“thank’s ya , dit… Aku butuh waktu !”
“I lay my love on you...., Deira.....”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Friend Never End

            Taukan, sekarang bulan berapa? Dan waktu kita untuk bernafas diudara yang sama tak lagi lama. Dua tahun diatap yang sama selama 6jam itu bukan waktu yang singkat. Udah pasti banyak suka dan dukanya. Banyak tengkar dan tertawanya. Ada nangisnya juga. Marah-marahan. Udah deh.. gak perlu dijelasin panjang lebar. Kita yang sering disebut-sebut guru sebagai kelas unggulan, karna kita hidup dikelas IPA1. Dan sering juga kita juluki GEOMETRIS, terdiri dari 31 orang yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada 7 orang cowok ganteng dan 24 cewek manis.             Kehidupan bersama kita berawal pada bulan Juli 2012. Pada awal masuk kkelas itu. Kita semua belum saling kenal. Belum saling akrab. Cuma sekedar tau nama panggilan masing-masing. Ada salah satu teman cewek kita dikelas itu yang agak menonjol. Anaknya cantik, tapi rada tomboy, suka nyeplos...