Setelah beberapa
lama menunggu...
Akhirnya , tiba juga dibandung. Kota yang sangat aku dambai. Gak tau kenapa,
aku pengen banget untuk datang ke bandung. Dan ,mimpi itu pun terwujud. Bahkan
dengan kedua sahabat aku.
“yeah,akhir aku
sampe’ dibandung.”
Karna terlampau
senang dan gembira , aku tak sengaja menabrak seseorang. Dan , aku tak sengaja
menumpahkan secangkir kopi yang dibawa oleh orang itu.
“haa…,sorry pak.
Aku gak sengaja.”
“eh ,
sorry-sorry. Baju gue basah nich ..! panas ni.. Tadi lu panggil aku apa?”
“hmmm ? pak…”
“enak aja lu
panggil aku bapak , sejak kapan aku nikah dengan nenek lu ?”
“maaf ya pak.
Eh, mas..”aku pun membungkukkan badanku.
“eh , tolong
jadi orang yang sopan ya.”
“iya jadi aku
harus gimana …? Paa..,eh mas ,,”
“ganti baju gue
?”
“haa ?Ganti baju
lu ?”
“iya …, masa’
gue harus pake’ baju basah gini !”
“ya udah dech ,
aku relakan salah satu T-shirt aku. Buat orang bawel kek lu …!”jawabku kesel.
Aku pun
mengambil kaus putih berlengan pendek dari dalam tas. Padahal , T-shirt itu
adalah baju kesayanganku. Coz itu Tshirt kado ultah deira. Tapi , mau gak mau.
Dia harus merelakannya.
“nih …! Okey ,
aku cabut.”karna terlalu jengkel, aku pun tak menghiraukan sopan santunku lagi.
Aku pun pergi
meninggalkan cowok itu. Tanpa basa basi lagi. Dan dengan perasaan jengkel yang
teramat.
“eh , kita kan
belum kenalan dulu.”
Aku tak lagi memperdulikan
perkataan orang itu lagi. Cowok yang tadi gak sengaja dia tabrak saat dia
sedang kegirangan. Sekarang , hati tlah berubah jadi bete’. Aku pun menelpon
dita. Karna , saat baru sampe’ tadi. Dita dan Tya pergi ke toilet. Sampe’
sekarang belum juga balik.
“hallo…, dit.
Kalian lagi dimana ?”
“lho , kamu yang
dimana? Kami udah dihotel ni , kamu dimana?”
“Apaa..? Resek
banget, kok aku ditinggalin….?”
“yah…., kita
pikir kamu udah sampe’ hotel duluan. Tau-taunya masih di Airport. Sorry dech ,
ra.”
“yaudah dech ,
aku ke sana sekarang. Ntar kalau dah nyampe’ aku bilang ke kalian.”
“yaudah ,
hati-hati ya deira .”
“iya iya…”
Aku pun langsung
keluar dan mencari taxi untuk segera berangkat ke hotel. Aku menunggu taxi yang
lewat dan juga kosong. Tapi dari tadi , tak satu pun ada taxi yang kosong.
Hampir setengah jam kaki ini tlah berdiri di depan Airport.
“duh , pegel
juga nie dari tadi. Mana juga tu taxi.”
Aku pun terus
menunggu taxi yang datang. Saat , aku memperhatikan taxi satu persatu ,
tiba-tiba , ada mobil yang berhenti di
depanku. Dan , saat kaca mobil itu di buka…....
“kamu…..!”
“hai.., kamu
lagi ngapain disitu?”
“tidur .., ya
cari taxi lah. Aneh banget sich jadi
orang…”
“jutek banget
sich , mbak. Sekalian yuk..”
“maksud lu , apa
?”
“yuk , sama aku.
Sekalian , sebagai tanda pengenalan kita. Aku juga mau kearah sana...”
“ya udah dech
,,,”
Akhirnya aku pun
berangkat ke hotel mengendarai mobil cowok resek tadi. Terpaksa, karna aku
harus nyusulin kedua sahabatku di hotel.
“Btw , kita
belum kenalan. Aku aditya…”
“oh , aku
deira....”Dengan nada yang jengkel.
“nama yang bagus
dan cantik.”
“ehm…”
“kamu datang
dari mana ?”
“aku dari
pekanbaru …”
“lho , kok bisa
nyasar ke bandung ?”
“iya , aku ke
bandungtu mau liburan. Ya , refreshinglah bareng temen – temen aku.”Masih tetep
jutek.
“owh…, gitu
ya..”
“ehm..”
“kamu sekarang
kuliah , atau sekolah?”
“menurut kamu?”
“ya , mana aku
tau.”
“eh , belok
kanan ya. Ntar , ada hotel disitu.”Mengalihkan pembicaraannya.
“oh , okey.”
Sekarang tepat
di depan hotel.
“thank’s ya. See
you next time..”
“eh , mbak...
Ehk , sial. Jutek banget sich tue cewek... Jangankan nomer handphonenya.
Perhatian dia aja gak dapet...”ungkapnya sambil memukul stir mobilnya.
Aku pun turun
dan segera masuk kedalam hotel. Dan aku pun langsung menuju receptionis , dan
menanyakan kamar yang dita dan tya tempati.
“kamar 29 mbak”
“okey , terima
kasih…”
Aku pun langsung
pergi menuju kamar dita dan tya. Tiba di depan kamar…
“hai cewek-cewek
resek…”
“deira…,”kata
tya.
“kamu kok lama banget
sich?”Tanya dita heran.
“gimana gak lama
, gak ada satu pun taxi yang kosong. Dan mau aku tumpangi”
“jadi kamu kesini
naik apa?”
“sikil…!!”
“haa ? Jalan ???”
“hehehe , gak
kok. Aku cuma bercanda..”
“jadi kamu
kesini naik apa?”tanya tya dan dita.
“ehm…, aku tadi
nebeng di mobil orang.”
“apa , nebeng ?”
“tapi , orang
itu kok yang nawarin aku. Swear dech…!”
“by the way , yang
nganterin kamu tadi… cewek atau…”
“cowok…”potong
deira.
“haa ? Ganteng
gak?”
“ya…, lumayan
lah. Manis…, mirip dengan ....tukang sampah yang suka lewat depan rumah !”
“apaan sih?
...ehm.., namanya siapa ?”gerutu tya.
“siapa ya…,
kalau gak salah. Adit , ya. Aditya..”
“nomer telponnya
berapa?”dita pun berusaha mengintrogasi.
“heeh , mana aku
tau.”
“lho , kalian
gak tukeran nomer ?”
“eng…gak!”
“yah…,deira…..”dita
juga tya pun kecewa berat.
“ya , buat apa
coba ?”
“dei , sekali
kali. Care dikit napa sama orang laen. Apa lagi sama cowok.”Kata dita.
“akh , gak
penting juga. Udah dech , aku mau mandi dulu. Okey , gals..”
“dei… kamu mau
jomblo terus.”kata tya.
“jones lu
ah…”sindir dita yang juga jengkel.
“udah dech ,
mending sekarang kalian tidur. Trus , mimpi ketemu ama tue cowok. Ntar aku siap
mandi. Aku bangunin dech..”
“yah, deira”
“dah akh…”
Aku pun pergi
membongkar tasdan mengambil baju juga handuk. Setelah itu , aku pun pergi
mandi. Setelah selesai mandi , aku pun merasa lapar. Perutku terus menggerutu minta
di isi. Persis kayak dita dan tya tadi.
“gals , kalian
udah makan ?”
“belum…”ungkap
mereka dengan perasaan yang masih seperti tadi.
“makan yuk , aku
laper nich.”
“kita pesan atau
makan keluar ?”dita pun bersumringah.
“keluar aja yuk.
Cari Mc.donald atau KFC gitu.”
“yaudah , yuk.”tibaa-tiba
dita bersemangat.
Aku , Dita dan
Tya pun keluar mencari café untuk tempat makan siang. Kami pun mencari taxi.
Dan , akhirnya taxinya pun datang. Tiba di Mc.donald…
“aku pesen
chiken katsu aja dech ..sama pepsi aja ”kata deira.
“aku… , fried
chiken aja dech . Minumnya orange juice.”
“kamu tya ?”
“apa ya ..? Ehm
, soup krim dan orange juice aja dech.”
“okey , sebentar
ya mbak…”
“ya…”jawab
mereka kompak.
Mereka pun
menunggu makanan yang mereka pesan sambil berbincang bincang.
“dei ,
sebenarnya siapa sich cowok yang kamu bilang itu?”
“ih , kalian apa
gak ngerti yang aku bilang tadi ? Aku tu cuma kebetulan aja ketemu dia.”
“masa’ bisa
kebetulan gitu…”
“iya ,
sebenernya juga aku ketemu dia tu bukan waktu mau pulang. Tapi , waktu baru
sampe’. Aku kan seneng banget tuh , aku gak sengaja nabrak dia. Trus , kopinya
dia itu tumpah ke baju dia.”
“trus , dia
marah gak ?”
“marah ? Ya
iyalah , tue cowok bawel banget lagi..”
“masa’ iya sich
..”
“Cuma gara-gara
aku gak sengaja numpahin kopi ke baju dia. Aku harus merelakan Tshirt aku yang
putih itu lho…”
“deira…..”wajah
dita dan tya tiba-tiba jadi sumringah dan kesenengan.
“haa ? Kenapa
sich ?”
“berarti , kamu
punya kenang-kenangan untuk dia. Dia kasi kamu apa?”
“akh , capek
bicara ama kalian. Tulalit….”
Akhirnya
makanannya datang…
“mending
sekarang kita makan. Coz , aku udah laper banget nich…”
“huh…,deira….!”
Mereka pun makan dengan hati yang jengkel
melihat deira. Cewek yang cuek abiez dengan orang laen. Apa lagi dengan cowok.
Enggak tau kenapa , deira bisa secuek itu ke cowok. Deira jauh berbeda dengan
cewek zaman sekarang. Yang centil , belaga jadi artis nomer satu di dunia.
Kalau diera sich , cuek banget. Kadang , dia pake’ style cowok abiez! Gak mau
dengerin temen-temennya untuk dandanan.
Setelah selesai
makan , mereka pun pulang…
“dei , kita gak
usah langsung balik ke hotel ya…”kata dita.
“ya udah , tapi
kita kemana ?”
“ehm , ke butik
aja yuk…”
“yaudah yuk…”
Mereka pun masuk
ke salah satu toko baju yang ada di supermall bandung. Mereka pun melihat
baju-baju yang ada. Dita dan Tya melihat style cewek yang lagi center.
Sedangkan deira , melihat Tshirt cowok yang keren menurut dia.
“ehm , aku pengen
cari Tshirt putih.”
Deira pun
melihat satu persatu baju-baju yang ada. Dan ….
“nie dia ,,
akhirnya dapet juga”
Namun tanpa
disengaja, baju itu juga dipegang dengan orang lain. Dan orang itu ternyata..
“kamu… aditya”
“deira.....,
kamu kok ada di sini ? …”
“hei …, ini tu tempat umum. Okey …”kata deira
sewot.
“kesini bareng
siapa ?”
“ehm …,
kelihatannya ?”Masih tetep jutek dan cuek seperti awal ketemu.
“sendirian sich
…”
“ya udah”
“eh , kamu udah
makan ?”
“udah tadi
bareng temen-temen…”
“temen ?”
“iya …, “
“lho , tadi
katanya sendirian ?”
“gak , aku gak
ada bilang aku sendirian. Kan kamu yang bilang…”
“iya juga sich. By the way , temen-temen kamu mana ?”
“lagi pada nyari
baju…”
Tiba-tiba , Dita
dan Tya datang menghampiri Deira…
“dei…,ini baju
bagus gak ?”
“hem…,bagus.”
“iya , bagus
kok…”sambung adit.
“eh , kamu siapa
…..?”tanya Dita dan Tya heran.
“oe ya , aku
Aditya…”
“owh…, aku
Dita.”
“hai….,aku Tya. Shintya
Amanda…”
“eh , Tya. Kamu
kenapa ? Dia gak ada nanya nama lengkap kamu , kog kamu kasih tau…?”Kata deira
heran.
“biarin aja
,,”kata Tya seneng.
“ternyata ini
aditya ? Ganteng dan keren banget…”kata Dita dalam hati.
“ehm…, ganteng
abiez nie cowok.ini sich bukan mirip Rezky Aditya. Tapi , Justin Timberlake ...
Atau gak Joe Jonas”Batin Tya.
“woy……, kok
ngelamun ?”
“sorry , adit
kamu tinggal dimana ?”
“iya , tinggal
dimana? Sekolah dimana? Hobbynya apa?”
“woy , kalian
ini kenapa? Aneh banget sich. Lebay akh ,,”
“dit , kamu udah
makan siang ?”
“hem ,
belum”jawab adit.
Deira pun di
cueki oleh dua sahabatnya itu.
“oe ya ,dit.
Boleh minta nomer telpon kamu?”Kata Dita.
“owh…, boleh.
087845537112.”
“thank’s ya
dit…”
“aku pulang
dech…”kata deira jengkel.
“dei , deira…
jangan marah gitu dong..”Mereka pun langsung mengejar deira yang tiba-tiba
ngambek.
“hem… , aneh
banget sich !3 cewek yang berbeda”ungkap adit heran.
***
“Andeira Haliqa
…, kamu jangan marah dong. Yah , kami kan cuma mau kenal aja dengan adit.”
“ya udah , terus
aja care sama dia tu. Aku , cueki aja…”
“tapi , gak
segitunya juga lah ra…”
“auk akh , gelap
!”
Deira pun tidur
meninggalkan temen-temennya. Karna masih ngambek di cuekin hanya karna ada
adit. Cowok yang baru mereka kenal tadi.
“aneh banget
sich. Hal apa yang buat mereka tergila - gila dengan tue cowok..?”Deira pun
membatin.
***
Tlah dua hari deira dan temen-temennya
dibandung. Tapi , deira masih aja belum merasa senang. Yang ada , dia malah
bete’. Bete’ banget malahan , hanya karna cowok yang dia jumpai di airport
secara tidak sengaja. Ehm… ,Tapi , kalau di lihat bener-bener. Lumayan juga
sich…
Saat deira sedang melamun. Dita dan Tya
mengagetkan deira…
“darr…, kamu lagi
mikirin apa hayo………? Mikirin adit ya ?”
“enak aja…,
sorry dech ya. Aku malah bete’ ngeliat dia.”
“bete’ …?”
“iya…”
“owh…, bete”Kata
Dita dan Tya sambil tersenyum nakal.
“apaan sich
kalian ini? Ih………”kami pun pukul pukulan pake’ bantal.
“udah…udah…, cape’
akh.”ungkapku.
“hahahaha…”kami
tertawa gembira. Layaknya suatu sahabat.
“eh, deira ,
Tya.. Hari ini kita ke pantai yuk.”
“pantai…?”
“iya…,
refreshing gitu…”kata dita.
“asik juga…
ayuk..”
Kami pun pergi
ke pantai untuk bersenang-senang. Pantai adalah tempat terindah buat hang-out
dan refreshing. Tiba di pantai…
“guys , ini bali
atau bandung ?”Kata deira garing.
“lu gila ya ? Ya
bandung lah…”
“ah, masa iya…”
Mereka pun
berlari-lari di atas pasir putih yang indah di pinggir laut biru lembayu. Saat
sedang asik berlari-lari. Tak di sengaja , kaki deira terinjak siput duri.
“aww…”
“deira…,kamu
kenapa?”
“ini , kaki aku
sakit banget dit. Keknya aku nginjak siput duri dech…”
“iya , dei.
Emang bener. Duh gimana nich ?”Kata dita binggung.
“udah dech ,
kita pulang aja yuk…”ajak tya yang juga kebingungan.
Mereka pun
menuntun deira menuju hotel. Saat deira ingin di tuntun oleh sahabatnya. Tanpa
di bayangkan , adit datang.
“deira…, kamu
kenapa?”
“adit …? Kaki
deira terkena siput duri. Jadi , kakinya berdarah nih.”
“ya udah , yuk
aku anterin pulang.”
Tanpa di duga ,
adit menggendong deira…
Mata mereka pun
bersatu. Bagaikan romeo dan Juliet…
Tiba di hotel…
“thank’s ya
dit…”
“ya…, kalau
gitu. Aku pulang dulu ya…”
“ehm…”
Dita dan Tya pun
langsung menutup pintunya. Dan…
“deira…, so
sweet banget…”
“pasti deira
berbunga-bunga nich…”
“auk akh ,
gelap…! Capek , aku mau tidur…”
Ini adalah hari
ke lima mereka ada di bandung …
“huh …, hari ini
kita mau jalan kemana dei ?”
“ya …, terserah
kalian aja dech. Aku lagi males , pengen tidur. Aku masih capek , kemaren di
pantai kaki aku terkena siput duri. Trus , kemaren mau ke puncak. Mobil kita
ban nya pecah. Jadi aku masih capek sekarang….
”
Tiba-tiba ,
pintu kamar mereka diketuk. Tak tau siapa yang mengetuk pintu kamar mereka
sepagi ini. Dan Tya pun membuka pintunya…
“pagi…”
“aditya …?”
Dari dalam Deira
dan Dita kaget..
“haa ? Adit? Mau
ngapain dia pagi-pagi gini ke sini?”
“iya , ya…”Dan Tya pun mengajak Adit masuk…
“ya udah , masuk dulu yuk…”
“thank you ,,”“mau minum apa ?”
“ehm…, gak perlu repot-repot tya.”
“gak repot kog…, ntar dulu ya , dit. Duduk aja dulu…”
“ya.. “
“iya , ya…”Dan Tya pun mengajak Adit masuk…
“ya udah , masuk dulu yuk…”
“thank you ,,”“mau minum apa ?”
“ehm…, gak perlu repot-repot tya.”
“gak repot kog…, ntar dulu ya , dit. Duduk aja dulu…”
“ya.. “
Tya pun
menghampiri deira dan dita.
“gals , adit”
“mau ngapain dia kesini?”ungkapku.
“gak tau .. Mau ketemu ama kamu keknya dei…”
“mau ngapain dia kesini?”ungkapku.
“gak tau .. Mau ketemu ama kamu keknya dei…”
Deira pun
menghampiri adit sambil membawa teh dan roti…
“hai, ada apa ya?”aku pun meminum the yang tadi aku bawa.
“enggak , aku Cuma mau ngajak kamu jalan aja…”
“heuk…heuk…”deira pun terbatuk karna kaget.
“eh , minum lagi ra.”
“kamu ke sini mau ngajak aku jalan ? Gak salah tu , dit ? Bukannya slama ini kamu deketnya sama dita dan tya?”
“emang iya , tapikan Cuma temenan aja…”
“trus ?”
“kamu mau kan jalan sama aku ?”
“ehm…, sorry ya. Bukannya aku gak mau , tadi teman-teman aku juga ngajak sich. Tapi aku lagi gak enak badan aja nich. Sorry ya, dit.”
“ya udah dech. Gak apa apa. kalau gitu, aku langsung pulang aja ya..”
“ya…maaf ya dit”
“hai, ada apa ya?”aku pun meminum the yang tadi aku bawa.
“enggak , aku Cuma mau ngajak kamu jalan aja…”
“heuk…heuk…”deira pun terbatuk karna kaget.
“eh , minum lagi ra.”
“kamu ke sini mau ngajak aku jalan ? Gak salah tu , dit ? Bukannya slama ini kamu deketnya sama dita dan tya?”
“emang iya , tapikan Cuma temenan aja…”
“trus ?”
“kamu mau kan jalan sama aku ?”
“ehm…, sorry ya. Bukannya aku gak mau , tadi teman-teman aku juga ngajak sich. Tapi aku lagi gak enak badan aja nich. Sorry ya, dit.”
“ya udah dech. Gak apa apa. kalau gitu, aku langsung pulang aja ya..”
“ya…maaf ya dit”
Deira pun
menutup pintunya dan kembali ke atas bed untuk tidur. Saat dia mau meletakkan
badannya. Tiba-tiba Dita dan Tya menyambarnya……
“dei…,dei…,
jangan tidur dulu…”kata Dita dan Tya sambil menarik tanganku.
“apaan sich ?”
“kenapa kamu tolak permintaan dan ajakan adit ? Haa ?”
“seperti yang aku bilang ke kalian. Aku lagi males dan masih capek…”
“ya ampun , deira… kapan sich sifat cuekmu itu hilang ???”
“iya , nich anak aneh banget sich. Kapan hati lu tu bisa luluh…?”
“ehm…,auk akh. Gelap…”
“apaan sich ?”
“kenapa kamu tolak permintaan dan ajakan adit ? Haa ?”
“seperti yang aku bilang ke kalian. Aku lagi males dan masih capek…”
“ya ampun , deira… kapan sich sifat cuekmu itu hilang ???”
“iya , nich anak aneh banget sich. Kapan hati lu tu bisa luluh…?”
“ehm…,auk akh. Gelap…”
Saat deira mau
meletakan badannya. Tangannya di tarik dengan Dita dan Tya.
“gak , kamu belum boleh tidur.”
“apa lagi sich ?”
“deira…,kamu ngerasa gak sich ?”
“apa ? Kalian laper ? Atau bosan ?”
“ehk……, kamu ngerasa gak sich ? Kalau aditya tu cinta ama lu , deira…”
“haa ? Coba ulangi lagi …”
“aditya cinta sama lu…”
“hehehaha…, lucu …,lucu banget.”
“ni anak stress atau apa sich ?”Kata Dita jengkel.“iya , lucu…”
“a….auk akh , gelap…! Bete’ tau gak”dita pun pergi meninggalkan deira.
“hei , tu kan kamus aku…”
“gak , kamu belum boleh tidur.”
“apa lagi sich ?”
“deira…,kamu ngerasa gak sich ?”
“apa ? Kalian laper ? Atau bosan ?”
“ehk……, kamu ngerasa gak sich ? Kalau aditya tu cinta ama lu , deira…”
“haa ? Coba ulangi lagi …”
“aditya cinta sama lu…”
“hehehaha…, lucu …,lucu banget.”
“ni anak stress atau apa sich ?”Kata Dita jengkel.“iya , lucu…”
“a….auk akh , gelap…! Bete’ tau gak”dita pun pergi meninggalkan deira.
“hei , tu kan kamus aku…”
Saat deira
sendiri. Dia pun merenung…
“masa’ iya sich
, cowok itu cinta sama aku ? Secara , aku kan cuek banget sama dia. Malah, Dita
dan Tya lebih care ke dia. Imposible kalau dia cinta sama aku…”
***
Sudah
seminggu mereka di bandung. Dan besok mereka akan pulang ke pekanbaru. Karna ,
hari ini adalah hari terakhir mereka di bandung. Mereka pun memilih untuk pergi
ke gunung Tangkuban perahu. Tempat yang memiliki suatu legenda zaman dahulu…
“deira…,
kita kan mau ke gunung nich. Jadi , kamu mau naik mobil atau gerobak angkut?”
“haa ? Gerobak angkut ?”
“iya ,..”
“mobillah…, eh bawa jaket. Ntar dingin…”
“yaudah , yuk…”
“haa ? Gerobak angkut ?”
“iya ,..”
“mobillah…, eh bawa jaket. Ntar dingin…”
“yaudah , yuk…”
Mereka
pun berjalan keluar hotel…
Saat
mereka tiba di luar. Mobil yang akan mereka naiki pun tlah datang. Dan mereka
pun langsung naik dan berangkat menuju gunung tangkuban perahu. Selama di
perjalanan. Udaranya sangatlah dingin. Hingga akhirnya mereka tiba di gunung
tangkuban perahu. Mereka pun langsung turun dan mendaki gunung itu…
“guys
, aku pengen banget ngeliat kawahnya…”kata deira yang sangat gembira banget.
“iya , aku juga… yuk …”ajak tya.
“iya , aku juga… yuk …”ajak tya.
Tiba
diatas gunung…
“huh…,
capek…”
“guys…,lihat kawahnya… its so amazing…”
“wow…, keren banget”kata mereka kagum.
“guys…,lihat kawahnya… its so amazing…”
“wow…, keren banget”kata mereka kagum.
“dei
, andai disini ada adit ya…”
“haa ? Adit ? Aditya ?”Deira pun heran.
“Iya…”jawab Tya.
“kenapa harus dia ? Kek gak ada cowok laen aja gitu.”
“ya…, tapikan aditya yang…”perkataan dita pun terputus.
“haa ? Adit ? Aditya ?”Deira pun heran.
“Iya…”jawab Tya.
“kenapa harus dia ? Kek gak ada cowok laen aja gitu.”
“ya…, tapikan aditya yang…”perkataan dita pun terputus.
Aditya
pun datang dan menutup mata deira dari belakang.
“andre…”
“haa
?”Dita dan tya pun kaget. Mereka tidak mengira bila Deira masih ingat dengan
Andre. Mantan kekasihnya , yang tlah meninggalkan dia untuk selamanya. Karna
andre kecelakaan motor saat baru pulang latihan basket. Deira sangat sedih saat
melihat andre harus pergi meninggalkannya. Andre bagaikan malaikat yang tlah
membuat deira selalu bahagia.
“andre…?
Dia siapa ?”Adit pun melepaskan tangannya.
Deira
pun membalikan badannya kearah adit.
“adit…”
“andre siapa ?”
“andre…, andre… itu.”Deira pun meneteskan air matanya.
“andre siapa ?”
“andre…, andre… itu.”Deira pun meneteskan air matanya.
Dita
dan Tya pun menghampiri deira. Mereka tidak mengingat bila , andre suka
menjahili deira dengan cara yang sama seperti adit lakukan. Dita dan Tya pun
memeluk deira. Mencoba menenangkan hati deira.
“maafin
kita ,dei. Kami gak bermaksud untuk buat kamu ingat dengan andre lagi ,dei..”
“iya , Dit. Tya…”
“iya , Dit. Tya…”
Adit
pun mencoba untuk pergi meninggalkan mereka. Tapi…
“adit…”deira
menarik tangan adit dan memeluknya.
“sorry dit, aku gak bermaksud buat nyakiti hati kamu. Aku bisa kok hargai perasaan kamu ke aku.”
“iya , dei. Aku bisa ngerti perasaan kamu sekarang kok…”
“dit... , aku janji , aku akan belajar. Untuk bisa terima kamu dihatiku...”
“thank’s ya , dei. Aku juga akan coba , untuk menggantikan andre dihati kamu…”
“thank’s ya , dit… Aku butuh waktu !”
“I lay my love on you...., Deira.....”
“sorry dit, aku gak bermaksud buat nyakiti hati kamu. Aku bisa kok hargai perasaan kamu ke aku.”
“iya , dei. Aku bisa ngerti perasaan kamu sekarang kok…”
“dit... , aku janji , aku akan belajar. Untuk bisa terima kamu dihatiku...”
“thank’s ya , dei. Aku juga akan coba , untuk menggantikan andre dihati kamu…”
“thank’s ya , dit… Aku butuh waktu !”
“I lay my love on you...., Deira.....”
Komentar
Posting Komentar