Langsung ke konten utama

Hilang 2






“dita…”seseorang menyapa pagiku melalui sms. Bintang…,cowok special di hidupku saat ini.
“saya…”jawabku.
“dita,kamu ngambek ya sama bintang?”Tanya dia dengan rasa bersalahnya.
Tak ku balas smsnya. Hanyaku diamkan,tanpa ku respons apa pun. Tiba-tiba dia menelponku. Tapi tetap tidak ku respons. Aku yakin,pasti dia akan merasa bersalah denganku. Tapi aku mencoba untuk tidak mempedulikannya. Berulang kali dia mengirim pesan denganku. Berulang kali dia menelponku. Sama sekali tak ada ku respons apa pun. Ternyata dia benar-benar menyayangiku. Rasa bersalahnya untuk ku ada,perhatiannya ada,peduli akan diriku,juga ada. Ku berharap,dia takkan pernah pergi meninggalkan ku. Seperti andreas,yang pergi meninggalkanku…
Tiba disekolah…
“dita…”ku dengar suara bintang dari kejauhan. Aku pun berhenti dari langkahku.
“ya…”aku berbalik ke arah suara itu.
“dita…,kamu marah ke aku? Kenapa sich,dit?”
“(aku langsung memeluk bintang.) Maafin dita ya bintang. Jangan pernah tinggalin dita,jangan pernah lupain dita. Dita sayang banget dengan kamu,sayang..”Air mataku pun menetes dan mengalir di pipiku.
“dita…,kamu kenapa sich? Kog kamu tiba-tiba nangis?(bintang pun menghapus air mataku dengan kedua tangannya.) Aku gak akan pernah pergi dari kamu. Aku akan selalu dengan kamu,hanya kamu lah yang mampu ku sayangi. Selamanya…,hanya dita lah cintaku.”Bintang pun memeluk ku dengan erat.
“thanks bintang. Aku cinta kamu,selamanya. Hanya kamu yang ada di dalam hatiku,kamu lah warna dalam hidupku dan mimpiku. Cintaku kamu,selalu dan selamanya..”
“ya udah. Sekarang kamu ke kelas ya,aku juga mau ke kelas.”Bintang berkata sambil menghapus air mataku yang menetes sedari tadi.
Aku pun pergi meninggalkan bintang. Saat berjalan menuju kelas,aku bertemu galih. Dia pun heran melihat adiknya.
“dita…,kamu kenapa sayang? Mata kamu kenapa sembab? Kamu abis nangis ya? Cerita lah sama abang,dek..”
“gak apa apa kog bang…”
“sayangku,cintaku,adekku… kalau ada masalah,bilang lah.”Galih pun menarikku ke kelas music.
Galih pun mengambil gitarnya. Dan bernyanyi di depanku.
“adek dita mau dengar lagu apa?”
“hmm…,adek lagi pengen dengerin lagu ungu yang tercipta untukmu,bang.”
“okey dech…”
Galih pun memetik gitarnya dan bernyanyi di depanku…
Aku ingin engkau,selalu… hadir dan temani aku. Di setiap langkah,yang meyakiniku,kau tercipta untukku. Meski waktu akan mampu,mengambil seluru ragaku. Ku ingin kau tau,ku slalu milikmu,yang mencintaimu sepanjang hidupku… Dengan merdu suara galih terdengar di telinga ku. Hingga menyentuh hatiku lagi. Dan tanpa sengaja,air mataku menetes lagi…
“dek…,kamu kenapa?”
“aku ingat andre,bang. Andre…”
“ya ampun,sayang…”
“hmm…”aku pun menangis terisak-isak di dalam pelukan galih.
“udah,jangan dipikirkan. Kamu sekarang kan udah punya bintang. Abang yakin,bintang juga baik untuk kamu. Dia pasti bisa jagain kamu,seperti andre dulu. Udah ya…,jangan dipikirkan lagi”
“iya,bang…”
“ya udah,sekarang kamu hapus air mata kamu ya. Sekarang kita ke kelas…”

Aku pun berjalan keluar ruangan music. Tapi dalam rangkulan galih. Itu lah galih,selalu tau keadaan ku. Tanpa harus aku ceritakan dulu. Dia tlah mampu mengertahuinya. Bagiku,galih abang yang sempurna untukku. Sampai kapan pun itu.
Aku mengikuti galih berjalan menuju kelas. Hingga tiba di kelas,dia masih tetap berada disampingku. Tiba-tiba aku merasa badanku melemah,bergemetar. Ntah apa yang terjadi denganku hari ini. Ketika aku mencoba berdiri dari duduk ku. Tiba-tiba aku terjatuh…
“auh…,sakitnya ya allah.”Aku merasa kesakitan di pergelangan kakiku.
“dek,kamu mau kemana?”Tanya galih khawatir.
“gak bang. Please,biarkan aku jalan sendiri. Please,jangan pedulikan aku dulu sekarang.”
“tapi,sayang…”
“(aku melihat mata galih)”
“(galih pun melepaskan tangannya dari lenganku)”
Aku berjalan ke halaman sekolah,sekedar untuk mencari angin dan menenangkan pikiranku. Tubuhku masih terasa lemas. Terus ku jelajahi halaman sekolah,dan aku berjalan kearah kursi dibawah pohon. Tapi…
“bruuaaaaaaaak…”
***
“aku sekarang dimana? Kenapa kepala aku pusing banget?”
“dita,sayangku. Kamu lagi di UKS, kamu kenapa sayang? Gak cerita ke aku kalau kamu lagi sakit? Kamu bilang kalau kamu ada apa-apa. Aku khawatir sayangku…”
“bintang…,dita gak tau harus bilang apa ke kamu. Maafin dita ya sayang…”
“sayang…,kamu gak pernah ada salah apa pun dengan aku. Aku yang salah , gak bisa jagain kamu sayang. Kamu sakit aja aku gak tau. Kalau kayak gini,aku janji. Aku akan selalu ada di samping kamu. Jadi,kalau kamu kenapa-kenapa. Aku bisa tau”
“thanks ya bintang. Kamu emang bintang hatiku…”aku mencoba untuk bangkit dari tidurku. Namun bintang melarangku.
“kamu masih sakit sayang. Kamu geletakan aja. Aku gak mau kehilangan kamu…”
“bintang…”
“(bintang pun tersenyum kepadaku. Mencoba menenangkan pikiranku)”
“thanks ya…”
Hatiku mulai tenang setelah melihat sebuah senyuman dari seseorang yang tlah membuatku berarti di dunia ini. Semoga ini kan abadi. Sampai akhir hidupku di dunia ini. Aku tak mau kehilangan lagi. Terlalu sakit luka itu,bila aku harus kehilangan lagi.
“sayangku dita,kamu udah makan?”
“(aku menggelengkan kepalaku) belum,bintang..”
“sekarang kamu makan ya. Biar kamu bisa minum obat,trus nanti kamu aku anterin pulang. Ya..”
“iya…,tapi kamu suapi ya..”
“iya dech bawel…,manja banget sich kamu…”ungkapnya sembari mencubit hidungku.
“iya,dita kan lagi sakit. Jadi wajar dong”
“hmm,ya udah. Ini kamu makan bubur ya. Enak lho,bubur ayam nya. Aaak (bintang menyuruhku membuka mulut)”
“iih,kayak baby aja dech. Di suapi,bintang…”
“kamu kan emang my baby”ungkap bintang sambil mengelus dan mengacak rambutku.
“eum… kamu ada aja dech sayang.”
“iya dong bawel…”
Hariku terasa berubah seketika. Kesedihanku berlarut hilang secara perlahan-lahan. Ternyata kekuatan cinta itu emang ada dan nyata. Inilah yang ku dapatkan sekarang. Rasa indah yang selama ini aku nantikan dan aku harapkan,telah hadir. Dan ini bukan sebuah mimpi lagi…
“bintang…,kamu gak masuk ke kelas?”
“gak ..,aku mau jagain kamu disini. Ntar kamu kenapa-kenapa,bintang gak tau gimana?”
“udah…,kamu masuk aja gih. Dita gak apa-apa kok..!”
“gak akh,aku mau disini aja bawel… jagain keindahan hatiku…”
“(bibir dita pun menyembang. Bagaikan pelangi indah yang hadir saat selesai hujan…)”
“udah,sekarang kamu istirahat lagi ya. Bentar lagi kita pulang”
“iya … thanks ya bintang,udah kasih perhatian kamu ke aku”
“(senyum) thanks juga,kamu tlah memberikan warna di dalam hidupku. Dan menjadikan hidupku indah karna mu” bintang pun memeluk aku. Pelukannya begitu hangat,bagiku tak mudah untuk dapat melepaskan bintang. Dan aku janji,tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu lagi. Sampai kapan pun,bintang akan tetap disini. Disampingku… dan dihatiku…
***
“dit,minggu depan kita ada latihan music. Hari sabtu sore. Kamu ikut kan dita?”Tanya ami padaku dengan pandangan yang sangat serius.
“minggu depan tanggal berapa mie?”
“hm,tanggal 26 oktober dit. Hari sabtu
J kamu bisa datang kan ?”Dengan penuh harapan.
“insyaallah…”aku berharap.
“janji ya..”
“ aku akan selalu ada untukmu mie.. Thanks ya..”Aku pun langsung memeluk amie dengan penuh kehangatan.
“you’re the best ! Never go away of my life,yeah hunny..”
“yeah…”
“janji…”sambil menyodorkan jari kelingkingnya padaku.
“(aku pun membalasnya) janji !!! Selama nafasmu dan nafasku masih selalu berhembus.”
Tiba-tiba bintang hadir di antara kami berdua dan memecah keheningan tadi…
bintang pun tersenyum. Dan mengajakku untuk pulang.
“dita…”
“ya bint…?”
“kita pulang yuk. Kamu harus banyak istirahat lho sayang. Kondisi badan kamu masih lemah”ungkapnya sambil meraih tangan kananku.
“(aku pun tersenyum malu) iya iya. Kamu bawel banget sich”
“kok bawel sich?”
“hmm,yaudah dech.. Amie,aku pulang dulu ya..”Aku pun pamit pada amie.
“iya.. Bintang,jagain sahabat aku ya. Kalau ada lecet !! Loe juga aku buat lecet !!”
“iya dong pasti…”jawab bintang sambil tersenyum padaku dan menggenggam erat tanganku.
“(tersenyum) kamu ada-ada aja mie. Bye” ungkap ku sambil meninggalkan ami seorang diri di taman sekolah.
Bintang dan aku pun berjalan kearah parkiran sekolah. Selama diperjalanan,bintang sibuk dengan celotehannya yang terus mencoba untuk selalu membuatku tertawa di depannya. Bintang..,kau memanglah bintang. Yang mampu menerangi kegelapan hatiku yang sempat redup. Dari sekian juta keindahan yang pernah ku temukan,kau lah yang terindah di dalam hidupku. Yang selalu menemaniku di dalam suka dan duka,dan juga menuntunku ke dalam kebahagian. Takkan mampu ku temukan lagi keindahan yang lebih indah darimu. Karna kau lah yang terindah untukku, sekarang dam selamanya.
“diit,aku mau tanya ke kamu”pandangan bintang sungguh aneh. Tak seperti biasanya,aku merasakan ada keanehan yang terjadi padanya.
“iya tanya aja bin..”
“seandainya kamu sayang dengan orang. Kamu emang udah sayang banget dengan dia,tiba-tiba dia pergi…”
“(aku memotong pembicaraan itu) pergi….? Maksud kamu ?”
“(mencoba menjelaskan) iya,pergi. Tapi bukan untuk selamanya. Hanya sekedar aja kog.”
“emangnya kenapa,bin? Kog kamu tanya gitu ke aku? Jangan…….”
“enggak apa-apa kog.”Bintang coba meredam.
“bullshit ! Jangan bilang kamu mau pergi dari hidup aku… enggaaaaak !!!”Air mata ku pun tak mampu ku bendung.
“saaayang… enggak,aku gak akan pernah pergi dari kamu. Janji..”
“bohong !!!”
“sayaang,percayalah sama aku. Aku kan selalu ada di sampingmu. Takkan pernah ku lepaskan ikatan tali cinta ini,yang tlah kita buat selama ini. Aku janji… tapi,please… jangan nangis lagi ya sayaang. Aku cinta kamu,aku sayaang kamu. Sampai nanti….”Bintang pun memeluk tubuhku yang tlah mulai melemah.
“janji..? Aku gak akan rela,karna aku gak ingin kamu melepaskan tali cinta ini.”
“janji… always do the best for you. For everything…”
“(air mataku masih terus mengalir selama aku berada di dalam pelukkannya) you’re the best bin..”
“iya,hapus air mata kamu ya. Sekarang aku anterin kamu pulang ya…”bintang pun mengusap air mataku.
“(aku pun memanggutkan kepalaku) iya”
“yakini lah hatimu,dita.. Kalau hadirmu di hidupku,itu sangatlah berarti. Please…”

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Friend Never End

            Taukan, sekarang bulan berapa? Dan waktu kita untuk bernafas diudara yang sama tak lagi lama. Dua tahun diatap yang sama selama 6jam itu bukan waktu yang singkat. Udah pasti banyak suka dan dukanya. Banyak tengkar dan tertawanya. Ada nangisnya juga. Marah-marahan. Udah deh.. gak perlu dijelasin panjang lebar. Kita yang sering disebut-sebut guru sebagai kelas unggulan, karna kita hidup dikelas IPA1. Dan sering juga kita juluki GEOMETRIS, terdiri dari 31 orang yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada 7 orang cowok ganteng dan 24 cewek manis.             Kehidupan bersama kita berawal pada bulan Juli 2012. Pada awal masuk kkelas itu. Kita semua belum saling kenal. Belum saling akrab. Cuma sekedar tau nama panggilan masing-masing. Ada salah satu teman cewek kita dikelas itu yang agak menonjol. Anaknya cantik, tapi rada tomboy, suka nyeplos...