Langsung ke konten utama

Back To 12 November




Terlalu asing untuk menyebutmu beliau. Karna kamu gak pernah asing buatku, sampai kapan pun itu


           19 tahun yang lalu, tepatnya senin,08 july 1994,  kau terlahir ke dunia ini. Sebagai seorang bayi tampan, yang saat ini tlah tumbuh menjadi lelaki tampan yang berhasil meraih perhatianku. Membangunkan aku dari lamunanku tentang indahnya dunia ini.
          12 november 2011, saat itu pertama kalinya kita bertemu. Yang mungkin tak kau sadari, kita telah saling menatap, bahkan saling menyentuh. Di depan pintu bis itu, waktu seketika berhenti untuk kita. Namun sayang, saat itu kita belum benar-benar mengenal. Aku pun mengetahui namamu dari sapaan temanmu. Yang waktu itu meminntamu untuk menghidupkan dvd player yang tersedia di dalam bis yang kita tumpangi bersama.
          Tanpa kita sadari lagi, kita pernah menghirup udara yang sama dalam waktu 2 hari 1 malam. Di sibolangit. Aku masih ingat mata itu yang sempat menatapku. Tangan itu yang pernah menyentuh tanganku lewat barang yang kamu titipkan. Juga mulut itu, yang sempat berucap denganku lewat kalimat "terima kasih". Namun sayang, saat itu kita belum benar-benar saling mengenal. Perasaanku pun belum seperti sekarang. Belum ada getaran-getaran asing itu. Semuanya masih datar. Sehingga sifat jutek ku pun tak aku urungkan padamu. Sehingga aku hanya menjawab ungkapanmu dengan kata "sama-sama". Sesaat pun kau pergi meninggalkanku, untuk mengangsur barang-barang lain untuk kau masukkan ke dalam bis.
          Tak lama, bis yang kita naiki pun bergerak meninggalkan tempat yang mempertemukan kita,itu. Hingga kita harus berpisah diperempatan jalan. Karna aku harus pulang. Dan kamu juga harus kembali ke asramamu juga.
            Seminggu setelah hari itu, pelatihku menunjukkan ku hasil-hasil foto camping kemaren.  Dan foto itu aku simpan sampai sekarang. Pelatihku pun berkata padaku, untuk membuka akun facebook pelatih-pelatih lain untuk melihat hasil foto lainnya. Aku pun mengiyakan, dan berpikir untuk mencari akun facebookmu juga. “lihat dari akun bang aulia aja, atau pelatih lain. Terserahmu lah mana baiknya”.
          Yap! 05 Januari 2012, I get your account. Dan beruntungnya, kau pun langsung menerimanya. Kita saling kerkenalan. Kau begitu ramah. Kau menyambutku dengan sifatmu yang ramah dan terbuka untuk menerima orang yang baru kamu kenal.  Dan kamu pun m,encoba untuk mencari tau aku, dari hasil-hasil foto 12 November 2011 kemaren. Tapi sayang, aku tidak ada di foto mana pun. Setengah hari tiba di sibolangit, dengan kondiri perutku yang kosong, badanku drop. Dan migranku kumat. Sehingga aku tidak bisa mengikuti acaranya dengan lancar. Hingga acaranya hampir berakhir, migranku pun tak kunjung membaik atau pun berkurang. Tapi syukurnya, aku tak sampai pingsan. Jadi malamnya, aku terpaksa tidur dikamar pelatihku yang cewek, karna dia khawatir keadaanku memburuk.
          Hingga diakhir acara, disaat atlet-atlet lain sibuk mendokumentasi diri dipemandian. Aku malah disuruh tinggal dibasecamp. Karna pelatihku takut, hal-hal yang tidak di inginkan terjadi kepadaku.
          Hubungan kita semakin dekat, hingga akhirnya kita bertukaran nomer. Saat itu perasaanku pun meyakini bila hubungan kita akan melebihi dari sebatas teman. Sampai-sampai aku rela menunggu sampai aku berada di Universitas yang sama denganmu. Namun sayang, sekarang bio di twittermu juga hatimu telah di isi oleh orang lain.
          Aku telat!! Mungkin takdirku padamu cukup hanya sampai disini! Hingga akhirnya aku berusaha untuk melepasmu dan merelakanmu untuknya. Di 12 November 2013  I love U

   Aku masih percaya akan takdir tuhan, bila aku memang ditakdirkan untuk bersamamu. tak kan ada satu pun kerikil kecil yang mampu menjatuhkan takdir itu menjadi teralihkan. Fatamorganaku, aku mencintaimu. 



Tentangmu, tentang waktu, dan segala tungguku. 
Aku masih, mencintaimu.
 Dengan sukarela, tanpa diminta |#Waktu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Sampaikan Sayangku Untuk Dia

Sampaikan Sayangku Untuk Dia                 Kamu pernah jatuh cinta? Gimana rasanya?                 ***                 Tidak terasa seminggu lebih telah berlalu. Waktu liburan panjang yang sebelumnya selalu dinanti-nantikan. Kini telah mengukir banyak kisah.  Entah itu memulai kisah, ataupun mengakhirnya. Aku, Ariana Putri. Cewek kelahiran bandung 1995. Mahasiswa Psikologi disalah satu universitas populer, sekarang telah memasuki semester 6. Selama belajar ilmu psikologi hingga ditingkat ini. Ada banyak kisah yang tanpa sengaja telah ku ukir. Salah satunya, cinta.                 Yah… cinta. Bukan lagi hal yang tabu untuk kalangan remaja sepertiku. Bahkan mungkin...