“hai gadis… pagi ini kamu manis banget. Bahkan kalah
manis dengan secangkir the yang ku minum pagi tadi..”
“(aku tersenyum hambar. Salah tingkah dan bingung) thanks aldo. Please, jangan panggil aku gadis ya. Panggil dita aja ya..”
“okey.. it’s okey. By the way, kamu udah ada yang punya belum?”
Amie pun menyambar dan memotong pembicaraan kami.
“morning semuanya.. pagi yang cerah ya J”
“morning amie…”ucap aldo dengan manisnya.
“hai, kamu do. Pagi – pagi gini udah nyampe? Jarang banget ada cowok yang kayak kamu. Setau aku sich, Cuma satu orang.. itu tu… si Bintang Perdana Syahputra.. si kapten sepak bola sekaligus…pacar sahabat aku ini.. Qadita Andity”
“(aku tersenyum hambar. Salah tingkah dan bingung) thanks aldo. Please, jangan panggil aku gadis ya. Panggil dita aja ya..”
“okey.. it’s okey. By the way, kamu udah ada yang punya belum?”
Amie pun menyambar dan memotong pembicaraan kami.
“morning semuanya.. pagi yang cerah ya J”
“morning amie…”ucap aldo dengan manisnya.
“hai, kamu do. Pagi – pagi gini udah nyampe? Jarang banget ada cowok yang kayak kamu. Setau aku sich, Cuma satu orang.. itu tu… si Bintang Perdana Syahputra.. si kapten sepak bola sekaligus…pacar sahabat aku ini.. Qadita Andity”
Pandangan
aldo seketika berubah. Matanya tidak berbinar seperti tadi awal dia menyapaku.
Ada apa dengan cowok satu ini? Dari awal kehadirannya aku udah merasa aneh
banget. Tingkah dan sikapnya itu. Seperti ada hal yang berbeda dengannya. Tapi
aku gak tau kenapa. Siapa dia sebernarnya,ya? Aku kog jadi penasaran gini ya.
Hmm, mungkin aku akan coba cari tau. Tapi gimana caranya aku dapat info tentang
cowok saiko ini?
***
Siang ini aku pulang
sendirian, karna amie harus pergi ngerjakan tugas kelompoknya dan bintang harus
latihan basket buat pertandingan bulan depan. Mau gak mau, aku harus pulang
sendirian deh. Udah takdir dan kadung nasib hidup aku hari ini. Sewaktu kakiku
baru aja melangkah keluar gerbang sekolah, tiba-tiba terdengar suara klakson
motor menyapaku dari belakang. Aku pun memberhentikan langkahku. saat aku
melihat kearah suara itu, Ternyata itu aldo. Dia pun menyapaku dan mengajakku
untuk pulang bareng. Dan aku pun menerimanya. Dari pada harus pulang sendirian
dan panas-panasan, aku pikir lebih baik aku
terima tawarannya.
“tumben kamu pulang sendirian,dita? Sahabat dengan
pacar kamu mana?”
“sahabat aku lagi pergi kerja kelompok…”aldo memotong bicaraku. “dan pacar kamu selingkuh?”
“apa ?? selingkuh… jangan ngarang ya, dia lagi latihan basket untuk pertandingan dia bulan depan. Jadi kemungkinan aku bakalan pulang ssendirian terus deh selama sebulan ini.”aku pun meyakinkannya.
“yakin tu? Ntar dia jalan sama cewek lain,gak? Karna dia bosen sama kamu yang bawel banget”
“apaan sih..”aku pun mulai kesal..
“hehehe By the way, kalau sebulan kedepan kamu terus pulang sendirian. Aku bisa dong nganterin kamu pulang terus…?”
“boleh-boleh aja sih… tapi gratis haha”
“untuk kamu apa sih yang enggak, gadis…”
“hmm, terserah deh ya.”aku pun terpikir untuk sekalian mengaetahui siapa sebenarnya aldo.
“kita makan siang dulu yuk.. aku laper, skali-skali aku traktir kamu makan juga..”
“yaudah deh.. aku ngikut aja dibelakang..”
“sahabat aku lagi pergi kerja kelompok…”aldo memotong bicaraku. “dan pacar kamu selingkuh?”
“apa ?? selingkuh… jangan ngarang ya, dia lagi latihan basket untuk pertandingan dia bulan depan. Jadi kemungkinan aku bakalan pulang ssendirian terus deh selama sebulan ini.”aku pun meyakinkannya.
“yakin tu? Ntar dia jalan sama cewek lain,gak? Karna dia bosen sama kamu yang bawel banget”
“apaan sih..”aku pun mulai kesal..
“hehehe By the way, kalau sebulan kedepan kamu terus pulang sendirian. Aku bisa dong nganterin kamu pulang terus…?”
“boleh-boleh aja sih… tapi gratis haha”
“untuk kamu apa sih yang enggak, gadis…”
“hmm, terserah deh ya.”aku pun terpikir untuk sekalian mengaetahui siapa sebenarnya aldo.
“kita makan siang dulu yuk.. aku laper, skali-skali aku traktir kamu makan juga..”
“yaudah deh.. aku ngikut aja dibelakang..”
Sepanjang
perjalanan, sikap aldo beda. Gak kayak biasanya, ada hal-hal aneh yang semakin
muncul. Yang membuat aku semakin penasaran sama dia. Ada hal-hal yang tidak
asing yang aku lihat dari dia. Tapi aku gak tau apa. Tingkahnya, sikapnya, tawa
dan candanya. Aku seperti tlah mengenalnya, tapi kapan? Dan dimana? Masa’ iya
aku sebodoh itu? Melupakan orang-orang yang pernah aku kenal sebelumnya?? Apa
dia temen TK aku kali ya? Makanya aku lupa,hehe.. Sikap dia pun tidak janggal
meras di dekatku. Seolah kami tlah kenal lama. Saat dia menatap aku, merangkul
aku dan menuntun jalanku. Atau mungkin dia saudara kembar aku yang diculilk
orang kali ya..*udah kayak disinetron gitu*
“Hei, bawel… kog ngelamun ? Mikirin aku ya? Kenapa
kog cakep banget?”
“Haaaaapa? Gak salah dengar ni hidung aku?”
“ekh,bego.. Yang ngedengerin tu telinga… TELINGA !!!”
“saking kagetnya,hidung aku ikutan…”
“hahaha ada-ada aja lawakan lu..”jawabnya sambil penarik hidungku.
“akh, biasa aja. Ekh, pulang yuk.. Aku capek banget nich.. Capek otak,pikiran,hati,fisik juga gak ketinggalan..”
“tu hidung? Gak capek juga?”
“ngg?*sambil meganggin hidung*”
“dasaaaaar, cantik-cantik kog bego gitu?”
“resek banget lu,akh.. Awas naksir ntar lu..”
“udaaaah dari kemaren lagi? Dari aku melangkah di sekolah yang nabrak lu, aku udah terpleset ke dalam hatimu…”
“haaa? Seriusan lu?”Aku pun terbengong. Gak ngerti dan gak tau harus bilang apa. Itu hidung atau telinga aku yang dengar.
“iyaaalah.. Cuma karna kamu pacarnya bintang, aku menghargai dia aja. Aku tau kog semua tentang kamu, sebelumnya maaf.. kalau aku menyinggung perasaan kamu. Kamu itu mantannya Andreas aditya,kan ? aku ini Sepupu dia..”
“(aku kaget, speechless, gak ngerti sama semua ini)”
“dia sering cerita banyak tentang kamu, sebelum dia pergi jauh. Dia suka curhat ke aku, gimana sifat manja kamu. Lucunya kamu dan ngemesinnya kamu. Dia juga bilang ,terkadang kamu terlihat seolah-olah kamu adalah orang yang paling dewasa. Tapi terkadang juga, kamu terlihat seperti orang yang paling anak-anak. Hal itu yang buat kamu lain dan beda dari cewek-cewek lainnya. Kamu itu special.. aku mencintaimu,karna Andre.. tapi, sejak aku tau kamu udah ada yang jagain, aku udah tenang kog..”
“aldo… kamu…”aku pun menggenggam tangan aldo. “maafin aku,al.. aku udah punya bintang, aku cinta dan sayang sama bintang.. cinta itu bukan barang yang bisa seenaknya aja kita letakkan dimana pun.. cinta itu juga pun sungai yang bisa mengalir bebas untuk semua orang. Tapi cinta itu seperti kupu-kupu, yang hanya bisa hinggap di kembang-kembang tertentu. Dan cinta itu, butuh waktu untuk bisa kita rasakan..”saat air mata ini terus mengalir deras. Aldo pun hanya diam. “aldo..,please.. jangan siksa aku kayak gini..”saat aku ingin lari dan melepas genggamanku dari tangan aldo. Aldo pun menarik tanganku,dan tubuhku pun berhambur didalam pelukkannya.
“aku gak pernah bermaksud untuk menyiksa kamu. Tapi cinta ini yang datang dengan sendirinya, apa aku harus menyalahkan hatiku yang telah mencintaimmu tanpa seizinmu dan inginmu? Cinta ini memang egois..”
“(aku melepaskan pelukkan aldo) maaf”aku pun lari meninggalkan aldo. Aku nggak mau memperkeruh suasana yang ada. Aku bingung, aku gak tau harus kemana dan gimana..
“Haaaaapa? Gak salah dengar ni hidung aku?”
“ekh,bego.. Yang ngedengerin tu telinga… TELINGA !!!”
“saking kagetnya,hidung aku ikutan…”
“hahaha ada-ada aja lawakan lu..”jawabnya sambil penarik hidungku.
“akh, biasa aja. Ekh, pulang yuk.. Aku capek banget nich.. Capek otak,pikiran,hati,fisik juga gak ketinggalan..”
“tu hidung? Gak capek juga?”
“ngg?*sambil meganggin hidung*”
“dasaaaaar, cantik-cantik kog bego gitu?”
“resek banget lu,akh.. Awas naksir ntar lu..”
“udaaaah dari kemaren lagi? Dari aku melangkah di sekolah yang nabrak lu, aku udah terpleset ke dalam hatimu…”
“haaa? Seriusan lu?”Aku pun terbengong. Gak ngerti dan gak tau harus bilang apa. Itu hidung atau telinga aku yang dengar.
“iyaaalah.. Cuma karna kamu pacarnya bintang, aku menghargai dia aja. Aku tau kog semua tentang kamu, sebelumnya maaf.. kalau aku menyinggung perasaan kamu. Kamu itu mantannya Andreas aditya,kan ? aku ini Sepupu dia..”
“(aku kaget, speechless, gak ngerti sama semua ini)”
“dia sering cerita banyak tentang kamu, sebelum dia pergi jauh. Dia suka curhat ke aku, gimana sifat manja kamu. Lucunya kamu dan ngemesinnya kamu. Dia juga bilang ,terkadang kamu terlihat seolah-olah kamu adalah orang yang paling dewasa. Tapi terkadang juga, kamu terlihat seperti orang yang paling anak-anak. Hal itu yang buat kamu lain dan beda dari cewek-cewek lainnya. Kamu itu special.. aku mencintaimu,karna Andre.. tapi, sejak aku tau kamu udah ada yang jagain, aku udah tenang kog..”
“aldo… kamu…”aku pun menggenggam tangan aldo. “maafin aku,al.. aku udah punya bintang, aku cinta dan sayang sama bintang.. cinta itu bukan barang yang bisa seenaknya aja kita letakkan dimana pun.. cinta itu juga pun sungai yang bisa mengalir bebas untuk semua orang. Tapi cinta itu seperti kupu-kupu, yang hanya bisa hinggap di kembang-kembang tertentu. Dan cinta itu, butuh waktu untuk bisa kita rasakan..”saat air mata ini terus mengalir deras. Aldo pun hanya diam. “aldo..,please.. jangan siksa aku kayak gini..”saat aku ingin lari dan melepas genggamanku dari tangan aldo. Aldo pun menarik tanganku,dan tubuhku pun berhambur didalam pelukkannya.
“aku gak pernah bermaksud untuk menyiksa kamu. Tapi cinta ini yang datang dengan sendirinya, apa aku harus menyalahkan hatiku yang telah mencintaimmu tanpa seizinmu dan inginmu? Cinta ini memang egois..”
“(aku melepaskan pelukkan aldo) maaf”aku pun lari meninggalkan aldo. Aku nggak mau memperkeruh suasana yang ada. Aku bingung, aku gak tau harus kemana dan gimana..
Dibawah
rintikan hujan yang deras ini, aku harap aku bisa menemukan siapa cintaku yang
sebenarnya. Aku takut menyakiti, aku pun tak yang ingin ada yang terluka. Aku mencoba
berlari kemana pun, cinta itu tetap disini. Di dekatku, didalam hatiku. Dia akan
slalu ada disini. Apakahini yang namanya cinta.. Satu hal yang akan slalu aku
yakini, bila cinta itu anugrah terindah yang pernah aku dapatkan…
TAMAT
Komentar
Posting Komentar