Aku sudah tak bisa,untuk menangis. Aku sudah tak bisa,untuk berkata. Aku sudah tak bisa,untuk mencinta. Selain dirimu…
“kog berenti nyanyi nya,dit?”Tanya amie heran.
“gak apa apa kog mie. Cuma gak enak aja,sebentar lagi kita udah mau masuk. Mendingan sekarang kita ke kelas.”Aku pun meletakkan gitar yang tadi ku pegang ke tempatnya.
“mie,minggu depan kamu ada acara gak ?”
“hmm,kayaknya gak ada. Kenapa?”
“aku pengen ajak kamu jalan ne… kamu mau gak,mie?”
“lho? Kamu gak mau pergi dengan bintang?”
“enggak akh. Aku nya bosen,kalau harus pergi dengan dia terus. Sekali kali,dengan temen juga dong..”Saat aku asik berbicara dengan amie. Tanpa ku sengaja,aku menabrak seorang gadis.
“duuuh,, maaf ya. Aku gak sengaja”ungkapnya padaku.
“ooh,never mind.. J”
“okey,thanks..”
“iya(aku balas dengan senyumanku)”
“oe ya, by the way.. Kelas XIIIPA2 dimana ya??”
“hmm?”Terlintas di benakku, kalau itu adalah kelas bintang. “dari sini,jalan terus aja,ntar belok ke kanan. Di samping perpustakaan.”
“ouh,thanks ya..”
“iya,kamu anak baru ya?”
“iya…”
“ouh..”
“ya udah,aku duluan dulu ya…”dia pun pergi meninggalkan ku lagi bersama amie.
“ramah banget sich kamu dita…”
“astafirullah,orang nanya kog gak di jawab. Gak boleh dong.”
“iya sich. Tapi,kebetulan banget. Dia kan pindah ke kelas bintang..”
“udah akh,kamu…”
“kog berenti nyanyi nya,dit?”Tanya amie heran.
“gak apa apa kog mie. Cuma gak enak aja,sebentar lagi kita udah mau masuk. Mendingan sekarang kita ke kelas.”Aku pun meletakkan gitar yang tadi ku pegang ke tempatnya.
“mie,minggu depan kamu ada acara gak ?”
“hmm,kayaknya gak ada. Kenapa?”
“aku pengen ajak kamu jalan ne… kamu mau gak,mie?”
“lho? Kamu gak mau pergi dengan bintang?”
“enggak akh. Aku nya bosen,kalau harus pergi dengan dia terus. Sekali kali,dengan temen juga dong..”Saat aku asik berbicara dengan amie. Tanpa ku sengaja,aku menabrak seorang gadis.
“duuuh,, maaf ya. Aku gak sengaja”ungkapnya padaku.
“ooh,never mind.. J”
“okey,thanks..”
“iya(aku balas dengan senyumanku)”
“oe ya, by the way.. Kelas XIIIPA2 dimana ya??”
“hmm?”Terlintas di benakku, kalau itu adalah kelas bintang. “dari sini,jalan terus aja,ntar belok ke kanan. Di samping perpustakaan.”
“ouh,thanks ya..”
“iya,kamu anak baru ya?”
“iya…”
“ouh..”
“ya udah,aku duluan dulu ya…”dia pun pergi meninggalkan ku lagi bersama amie.
“ramah banget sich kamu dita…”
“astafirullah,orang nanya kog gak di jawab. Gak boleh dong.”
“iya sich. Tapi,kebetulan banget. Dia kan pindah ke kelas bintang..”
“udah akh,kamu…”
Setiba di kelas…
Semua anak-anak cowok di kelasku heboh dan gempar dengan kehadiran anak baru tadi. Cewek yang cukup cantik,dan sepertinya dia cewek yang pintar. Karna dia bisa di terima di kelas XII IPA2. Seorang gadis yang cukup sempurna…
“dit,kamu tau gak. Kalau di kelas XII IPA2 ada anak baru. Cewek lagi…”tanya arjuna padaku.
“tau kog,kenapa jun?”Aku merasa heran.
“kamu harus hati-hati tuch,dit. Ntar,si bintang kecantol lagi dengan cewek itu. Cewek itu kan cantik. Hati-hati kamu lho…”
“heemm,kamu ada aja dech jun..”
“aku seriusan lagi.. Siapa sich yang gak mau dengan cewek cantik ? Aku aja mau,kalau tu cewek mau sama aku..hahaha”juna pun pergi meninggalkan aku di kursi duduk ku sendirian.
“tau kog,kenapa jun?”Aku merasa heran.
“kamu harus hati-hati tuch,dit. Ntar,si bintang kecantol lagi dengan cewek itu. Cewek itu kan cantik. Hati-hati kamu lho…”
“heemm,kamu ada aja dech jun..”
“aku seriusan lagi.. Siapa sich yang gak mau dengan cewek cantik ? Aku aja mau,kalau tu cewek mau sama aku..hahaha”juna pun pergi meninggalkan aku di kursi duduk ku sendirian.
Ada benarnya perkataan juna tadi. Cowok mana sich yang gak mau dengan cewek cantik? Semua cowok tentu mau,apa lagi kalau cewek itu pintar. Huh..,tapi… gak mungkin bintang juga gitu. Dia kan udah janji ke aku,kalau cinta dia cuma untuk aku. Sampai nanti,dia akan selalu hadir hanya untukku. Iya…,aku harus percayai itu. Aku harus percaya dengan dia. Please dita…,jangan hantui dirimu lagi.. Dengan semua pikiran-pikran yang aneh. Bintang tetap lah bintang. Cowok yang udah kamu kenal lama…
Waktu istirahat…
Aku jalan ke kantin bersama sahabatku. Amie !! Namun,disaat ku berjalan ke kantin. Tak sengaja,aku melihat bintang berjalan dengan anak baru itu. Dan terlihat sangat begitu dekat, apakah perkataan arjuna itu benar? Aaakh,enggak !!! Bintang bukan orang yang seperti itu. Tapi,kenapa mereka terlihat begitu dekat banget? Kayak udah kenal lama banget? Bintang…. Please,jangan hancurin keyakinan aku. Aku yakin,kamu memang lah yang terbaik untuk aku…
“dit…!!!! Kog melamun sich ?”
“ouh,gak apa apa kog mie.. Aku fine kog”
“beneran ?”
“iya mie,beneran. Kenapa aku harus bohong? Emang aku pernah bohong ke kamu,mie??”
“iya,iya.. Aku percaya dech. Hmm,by the way… kamu mau makan apa dit?”Tanya amie padaku sambil menarik bangku untuk dia duduki..
“apa ya? Aku lapar banget nech.. Kamu apa?”
“aku bakso aja dech..”
“ya udah lah.. Sama aja,minumnya milk shake ya..”
“okey siiiiip…”
“oh ya,aku ke toilet dulu ya.. Kebelet nech…!!”Ungkapku.
“iya,jangan lama-lama ya..”
“kamu pikir aku ke supermarket? Lama-lama?”
“(tertawa)iya ya…”
“ouh,gak apa apa kog mie.. Aku fine kog”
“beneran ?”
“iya mie,beneran. Kenapa aku harus bohong? Emang aku pernah bohong ke kamu,mie??”
“iya,iya.. Aku percaya dech. Hmm,by the way… kamu mau makan apa dit?”Tanya amie padaku sambil menarik bangku untuk dia duduki..
“apa ya? Aku lapar banget nech.. Kamu apa?”
“aku bakso aja dech..”
“ya udah lah.. Sama aja,minumnya milk shake ya..”
“okey siiiiip…”
“oh ya,aku ke toilet dulu ya.. Kebelet nech…!!”Ungkapku.
“iya,jangan lama-lama ya..”
“kamu pikir aku ke supermarket? Lama-lama?”
“(tertawa)iya ya…”
Aku pun meninggalkan amie dan cepat2 pergi ke toilet. Setelah selesai,aku pun segera kembali ke kantin. Tapi,disaat aku terburu-buru mau berjalan ke kantin. Tak disengaja aku menabrak seseorang.
“bruuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkk….”Aku pun terjatuh.
“eitss,maaf ya. Gue gak sengaja banget. Loe gak apa-apakan,gadis?”Sambil membantuku unuk berdiri.
“(aku pun menatap wajah orang itu) gak kog. Aku gak apa-apa.”Aku pun segera berdiri.
“ouh,, senang bertemu denganmu”dia pun mengidipkan sebelah matanya dan meninggalkan ku sendiri.
“eitss,maaf ya. Gue gak sengaja banget. Loe gak apa-apakan,gadis?”Sambil membantuku unuk berdiri.
“(aku pun menatap wajah orang itu) gak kog. Aku gak apa-apa.”Aku pun segera berdiri.
“ouh,, senang bertemu denganmu”dia pun mengidipkan sebelah matanya dan meninggalkan ku sendiri.
Wajah dia baru kali ini aku lihat. Tiga tahun aku hidup di dalam SMA WANGSA,gak pernah aku lihat orang seperti dia. Cukup tampan,tapi genit. Hmm,kalau emang dia anak baru. Kog gak gempar seperti cewek baru itu,ya? Aneh banget.. Siapa sich orang itu.. Buat penasaran aku aja. Aakh,tapi itu gak penting akh. Aku masih punya bintang..
Setiba di kantin…
“sorry ya,aku lama…”ungkapku dengan rasa bersalah.
“does’nt matter…”jawab amie sambil menikmati makanannya.
“hmm,amie..”
“heemm”
“mie,kamu tau gak? Di sekolah kita ini ada anak baru?”
“ya tau lah.. Di kelas XII IPA2kan? Kalau gak salah namanya Jisha. Dia pindahan dari Semarang,ya… katanya karna ayahnya pindah tugas kesini,makanya dia sekarang sekolah disini. Anaknya cukup cantik..”Ungkap amie tanpa batas.
“aaaduuuuuuh…….,bukan dia. Kalau dia aku tau. Malah kan anak-anak dikelas semua pada peringatin aku,biar hati-hati sama dia. Karna dia selalu deket dengan bintaaang…”
“lho ?? Jadi kalau bukan dia siapa dong? Setau aku anak baru cuma dia..”Tanya amie penuh dengan rasa heran.
“kamu yakin,mie? Gak ada anak baru lagi selain dia ?”
“yakin seratus persen dech. Gak ada selain dia…”
“cuma dia seorang !!!??”Aku masih mencoba meyakininya…”
“(menganggukkan kepala)iya pasti !”
“(di dalam hati)jadi cowok itu siapa ya? Kalau bukan anak baru. Kog dia pake seragam sekolah ini? Aneh banget…”aku melamuninya.
“ditaaa !!!”Sambil menepuk tangannya di depan wajahku.
“eheem ?”
“kog melamun sich?”
“enggak. Aku heran aja,mie..”
“heran? Kenapa?”
“iya,aku heran.. Heran….,banget !”
“kenapa ?”
“tadii,waktu aku ke toilet. Aku gak sengaja ketemu cowok. Wajah dia itu asing,tapi dia pake seragam sekolah kita. Makanya aku heran…”
“haa? Ganteng gak tu cowok,dit?”
“lumayaaan…”
“namanya siapa?”
“iya itu dia masalahnya.. Makanya tadi aku tanya ke kamu. Apa di sekolah kita ada anak baru,selain jisha ?”
“hmm… ada gak ya? Aku juga gak tau.”
“does’nt matter…”jawab amie sambil menikmati makanannya.
“hmm,amie..”
“heemm”
“mie,kamu tau gak? Di sekolah kita ini ada anak baru?”
“ya tau lah.. Di kelas XII IPA2kan? Kalau gak salah namanya Jisha. Dia pindahan dari Semarang,ya… katanya karna ayahnya pindah tugas kesini,makanya dia sekarang sekolah disini. Anaknya cukup cantik..”Ungkap amie tanpa batas.
“aaaduuuuuuh…….,bukan dia. Kalau dia aku tau. Malah kan anak-anak dikelas semua pada peringatin aku,biar hati-hati sama dia. Karna dia selalu deket dengan bintaaang…”
“lho ?? Jadi kalau bukan dia siapa dong? Setau aku anak baru cuma dia..”Tanya amie penuh dengan rasa heran.
“kamu yakin,mie? Gak ada anak baru lagi selain dia ?”
“yakin seratus persen dech. Gak ada selain dia…”
“cuma dia seorang !!!??”Aku masih mencoba meyakininya…”
“(menganggukkan kepala)iya pasti !”
“(di dalam hati)jadi cowok itu siapa ya? Kalau bukan anak baru. Kog dia pake seragam sekolah ini? Aneh banget…”aku melamuninya.
“ditaaa !!!”Sambil menepuk tangannya di depan wajahku.
“eheem ?”
“kog melamun sich?”
“enggak. Aku heran aja,mie..”
“heran? Kenapa?”
“iya,aku heran.. Heran….,banget !”
“kenapa ?”
“tadii,waktu aku ke toilet. Aku gak sengaja ketemu cowok. Wajah dia itu asing,tapi dia pake seragam sekolah kita. Makanya aku heran…”
“haa? Ganteng gak tu cowok,dit?”
“lumayaaan…”
“namanya siapa?”
“iya itu dia masalahnya.. Makanya tadi aku tanya ke kamu. Apa di sekolah kita ada anak baru,selain jisha ?”
“hmm… ada gak ya? Aku juga gak tau.”
Teng teng teng !!! tanda lonceng masuk berbunyi.
“ya udah dech. Udah masuk nech.”ajak ku.
Kami pun melanjutkan kembali mata pelajaran yang kami ikuti hari ini. Sepanjang pelajaran Matematika,aku hanya terdiam. Yang ada di pikiranku hanya cowok tadi. Yang aku gak tau siapa. Aku masih trus penasaran,siapa cowok itu. Tiba-tiba,guru BP mengetok pintu kelas kami.
“maaf ya anak-anak,ibu mengganggu kalian sebentar. Ibu ingin mengantar teman baru kalian.”
“iya buuuu”jawab kami serempak.
“naaaak,silahkan masuk.”undang ibu itu.
“iya buuuu”jawab kami serempak.
“naaaak,silahkan masuk.”undang ibu itu.
Masuk lah seorang anak laki-laki,dan hal itu sangat mengagetkanku. Karna anak itu,adalah cowok yang sedari tadi aku pikirkan. Oh tuhaaan,apa maksud mu padaku. Aku langsung menendak kaki amie yang duduk disampingku.
“aauu,, kenapa sich dita?”amie kesakitan dan merasa heran.
“aaamie,itu dia cowoknya. Cowok yang aku bilang tadi”
“masa’ iya?”
“heemm”
“aaamie,itu dia cowoknya. Cowok yang aku bilang tadi”
“masa’ iya?”
“heemm”
“naak,silahkan kenalkan dirimu.”
“haaii,teman-teman. Perkenalkan,namaku Andreas Mirealdo. Kalian bisa panggil aku Aldo. Salaam kenal,semuaanya.”
“ya udah. Ibu kembali ke kantor ya naaak. Semoga kamu betah di sekolah ini. Bu,permisi. Terima kasih anak-nak.”guru BP itu pun pamit keluar.
“haaii,teman-teman. Perkenalkan,namaku Andreas Mirealdo. Kalian bisa panggil aku Aldo. Salaam kenal,semuaanya.”
“ya udah. Ibu kembali ke kantor ya naaak. Semoga kamu betah di sekolah ini. Bu,permisi. Terima kasih anak-nak.”guru BP itu pun pamit keluar.
Sedari tadi,anak itu terus melihatiku. Aku menjadi merasa grogi.
“aldo…,kamu boleh duduk di sebelah Haqqi. Haqqi,temeni aldo dengan baik ya. Semuanya juga,temeni aldo dengan baik ya.”perintah bu Raima kepada kami.
“iyaaaaa,bu.”jawab kami serempak.
“iyaaaaa,bu.”jawab kami serempak.
Aldo pun berjalan menuju tempat duduknya. Yang kebetulan di sebelahku. Duuuh,hal ini bisa jadi masalah dech. Anak itu kan,gak tau kalau aku udah punya pacar. Dia pun menyapaku.
“haaii,gaadiiis.”
“(tersenyum dengan rasa gelisah)”
“Nice to meet you,today. May I know your name??”
“of course !! dita”
“ouh.. It’s nice name.”
“Thanks”
“(tersenyum dengan rasa gelisah)”
“Nice to meet you,today. May I know your name??”
“of course !! dita”
“ouh.. It’s nice name.”
“Thanks”
Aldo pun duduk di sebelah kiri Haqqi. Dan aku berada di sebelah kanannya. Hadirnya memberikan warna baru dalam hidupku,setelah kehadiran jisha. Yang belakangan ini digosipkan dekat banget dengan bintang. Fyuuh… sepanjang pelajaran,otakku membeku. Seluruh pelajaran yang di jelaskan oleh bu raima si guru matematika itu,hanya membal dari telingaku. Dan tak satu pun ada pelajarannya yang aku mengerti. Setelah berapa lama aku terdiam seperti patung dan wanita terbodoh,akhirnya bel pulang pun berbunyi..
“yeeee,akhirnya pulang”ungkap salah seorang anak yang ada di dalam kelasku juga.
“dit,kamu pulang sama siapa?”Tanya amie.
“hmmm,belum tau mie.”jawabku sambil berjalan keluar kelas. Tanpa ku sadar,bintang tlah menantiku di depan kelasku.
“dita…,”sapa dengan penuh kehangatan.
“iya..”
“maafin aku ya sayang,belakangan ini kamu aku cueki. Banyak banget tugas yang harus aku selesaikan.. maaf ya,”pintanya dengan rasa bersalah.
“iya,aku ngerti kog sayang…”
“thanks ya..”jawabnya sambil menggapai jemariku.
“aaduuuh,kalian mesra banget sich?? Aku jadi pengen..”kata amie sambil tersenyum-senyum.
“akh,kamu bisa aja amie. Ya udah,dita aku bawa pulang ya?”
“heemm,iya. Jaga baik-baik ya. Jangan ada yang lecet sedikit pun”
“eits..,itu udah pasti dong.. bye..”
“bye..dita,bye bintang..”
“bintaaaang…”aku pun memanggil bintang dengan suara yang cukup pelan.
“ya,sayang. Ada apa?”jawabnya.
“hmm,kamu kog dekat banget sich dengan jisha?”
“apa..? Jisha? Hahaha”bintang pun menjawab dengan heran dan tertawa.
“kog kamu ketawa sich?”lirihku.
“aku sama jisha gak ada apa-apa lagi. Cuma sebatas teman aja. Emang belakangan ini,kami sering barengan. Tapi karna kami kebetulan ada tugas kelompok yang harus di kerjakan bareng. Swear dech…!”
“cius ? miapa ?”
“mi cinta kamu sayang….”jawab bintang sambil memeluk dan mencium dahiku.
“hmmm(tersenyum)”
“dit,kamu pulang sama siapa?”Tanya amie.
“hmmm,belum tau mie.”jawabku sambil berjalan keluar kelas. Tanpa ku sadar,bintang tlah menantiku di depan kelasku.
“dita…,”sapa dengan penuh kehangatan.
“iya..”
“maafin aku ya sayang,belakangan ini kamu aku cueki. Banyak banget tugas yang harus aku selesaikan.. maaf ya,”pintanya dengan rasa bersalah.
“iya,aku ngerti kog sayang…”
“thanks ya..”jawabnya sambil menggapai jemariku.
“aaduuuh,kalian mesra banget sich?? Aku jadi pengen..”kata amie sambil tersenyum-senyum.
“akh,kamu bisa aja amie. Ya udah,dita aku bawa pulang ya?”
“heemm,iya. Jaga baik-baik ya. Jangan ada yang lecet sedikit pun”
“eits..,itu udah pasti dong.. bye..”
“bye..dita,bye bintang..”
“bintaaaang…”aku pun memanggil bintang dengan suara yang cukup pelan.
“ya,sayang. Ada apa?”jawabnya.
“hmm,kamu kog dekat banget sich dengan jisha?”
“apa..? Jisha? Hahaha”bintang pun menjawab dengan heran dan tertawa.
“kog kamu ketawa sich?”lirihku.
“aku sama jisha gak ada apa-apa lagi. Cuma sebatas teman aja. Emang belakangan ini,kami sering barengan. Tapi karna kami kebetulan ada tugas kelompok yang harus di kerjakan bareng. Swear dech…!”
“cius ? miapa ?”
“mi cinta kamu sayang….”jawab bintang sambil memeluk dan mencium dahiku.
“hmmm(tersenyum)”
Aku pun pulang kerumah dengan bintang mengendarai sepeda motornya. Bintang oh bintang,aku harap kamu kan terus begini ke aku. Jangan pernah berubah ya sayang…aku gak sanggup tanpamu. Kau lah mata ini, yang terus sanggup menatap dunia. Kau lah bibir ini, yang terus sanggup tersenyum untuk semuanya. Kau juga jantung ini, yang kan terus berdetak seiring berjalannya waktu. Aku gak tau, apa yang akan terjadi. Bila kau hilang dari hidupku. Mungkin,aku akan mati. Tapi, aku yakin.. yakin seyakin yakinnya. Kamu lah yang terakhir di hati ini. Dan ku harap, aku juga begitu untuk hatimu. Dikala kau tersenyum… itu satu semagat baru untuk hidupku. Dikala kau tertawa, sadarkah dirimu. Bila aku juga turut bahagia. Aku cinta pada matamu. Aku cinta pada hidungmu. Aku cinta pada bibirmu. Dan aku juga kan selalu mencintai hatimu. Yang kan selalu mencintai hati ini…
“dita… kita makan siang dulu ya. Aku takut kamu sakit lagi kalau telat makan.”perhatiannya.
“terserah kamu aja…”
“peganggan erat…”bintang menggas kencang motornya. Yang membuatku harus memeluk erat pinggangnya.
“bintang.. aku sayang kamu. I love you bintang…”
“I love you too,dita..”jawabnya sambil mencium tanganku.
“bintang, kamu yakin mau ngajak aku makan? Mendung lho bin..”
“kita mau makan di café,dita. Bukan di bawah pohon.. lagian selama hujan masih air yang turun. Tenang aja lagi”dia pun tertawa kecil.
“terserah kamu aja…”
“peganggan erat…”bintang menggas kencang motornya. Yang membuatku harus memeluk erat pinggangnya.
“bintang.. aku sayang kamu. I love you bintang…”
“I love you too,dita..”jawabnya sambil mencium tanganku.
“bintang, kamu yakin mau ngajak aku makan? Mendung lho bin..”
“kita mau makan di café,dita. Bukan di bawah pohon.. lagian selama hujan masih air yang turun. Tenang aja lagi”dia pun tertawa kecil.
Aku kan selalu tenang,bin. Bila aku slalu ada di dekat kamu. Berada disampingmu, di dalam pelukanmu. Itu hal yang slalu buat aku tenang dan nyaman. Mau di terjang angin badai, hujan deras, bahkan bila bumi runtuh pun. Aku kan selalu nyaman,aku kan selalu tenang. Cuma kamu yang bisa buat aku kayak gini. Merasakan ketenangan yang pasti. Cuma kamu yang bisa buat aku jatuh cinta berkali kali, dengan rasa cinta yang lebih besar dari yang sebelumnya. Cuma kamu yang bisa membuat gelapnya ruang hati aku menjadi terang benderang. Dan gak ada satu pun orang lain yang bisa melakukan itu, kecuali kamu.. bintang hatiku. Yang kan selalu bersinar di dalam hati ini. Besok,nanti dan selamanya. Bintang Perdana Syahputra… entah apa jadinya hidup aku, kalau kemarin aku enggak ketemu dengan kamu. Sekarang aku tau, ini lah alasan tuhan mempertemukan kita sampai hari ini…
***
Komentar
Posting Komentar