Rindu. Suatu hal sederhana yang begitu
menyesakkan di dada dikala dia harus hadir di dalam hidupku wlau hanya sesaat. Kenapa
aku harus mengenalmu dengan begitu dekat. Dan begitu manis. Bila harus diakhiri
dengan kepahitan yang sangat getir sekarang.
Andai dulu aku tau, bila jarak yang
jauh ini akan hadir. Mungkin dulu aku tak akan menyambut hadirmu. Andai dulu
aku tau, bila kau perlahan kan hilang. Mungkin
aku tak akan membiarkan kamu menghuni hati ini. Dan.. andai dulu aku tau bila
bayanganmu akhirnya menjadi semu. Mungkin dulu aku tak akan pernah menjadikannya
pelangi disetiap hujan yang perhadir dihidup aku.
Itu hanya pengandaian. Tapi nyatanya?
Kau menguasai hati ini. Hingga aku slalu menyisakan satu ruang untukmu, disaat
orang lain kan hadir. Aku slalu berharap, suatu hari nanti kau akan hadir lagi
untuk mengisinya. Entah itu besok, lusa, minggu depan atau bahkan tahun
depannya. Aku akan tetap menyisakan ruang itu untukmu. Tapi sampai kapan?
Apa harus aku berdarah-darah, baru
kau akan kembali? Atau apa harus aku mati dulu, baru kau akan benar-benar akan
mengizinkan aku masuk kedalam ruang hatimu lagi? Bukankah itu kan jadi hal yang
sia-sia dan mungkin kau kan menyesalinya? Apakah sekarang kau merindukan ku? Seperti
sekarang aku yang sedang merindukanmu.
Tuhan, aku mohon padamu. Bisikkan lah
ditelinga. Untuk mengingatku lagi. Sentuh hatinya, untuk kembali menyayangiku
lagi. Tarik raganya, agar kembali lagi kedalam kehidupanku. Aku ingin ini bukan
sekedar harapan. Aku ini kan nyata. Walau nanti. Aku pasti kan slalu siap. Dan aku
mohon, yakin kan padaku jika pelangiku itu memang hanya dia.
Komentar
Posting Komentar