Segala hal tau, kapan dia harus hadir dan kapan
juga kita kan pergi. Tak lain, hujan dan cinta pun demikian. Ada kalanya
kehadiran cinta sangat didamba-dambakan. Namun disisi lain, ada juga orang yang
berusaha untuk selalu menghindarinya.. Terkadang orang-orang rela untuk menjadi
hina, demi untuk mendapatkannya. Seperti layaknya hujan. Datang disaat yang
menurut orang lain tidak tepat. Tapi ada seseorang yang berharap hujan itu kan
hadir.
♥♥♥
Aku merindukanmu
sekarang! Iya,kamu. Masih selalu kamu. Entah kenapa, setiap aku ingin menulis
harus slalu beralasankan kamu. Kapan aku bisa berhenti untuk melakukan hal ini?
Ada. Ada lelaki lain yang selalu berusaha untuk merenggut posisimu ini. Ada!
Tapi sialnya dia belum berhasil. Bahkan aku pikir dia tak akan pernah berhasil.
Kau itu hujan. Yang dikala ingin hadir memberi pertanda. Namun kau pergi disaat
aku mulai terlena akan kehadiranmu.
Cinta. Itu dasar dari semua alasan
ini. sayang,peduli dan semua hal yang terpaut menjadi satu yang kini bersarang
di dalam hati juga pikiranku dengan judul.”Kamu, my special thing”. Enggak ada judul lain yang pas untuk hal ini
kecuali itu.
Terkadang aku merasa bersalah pada
diriku sendiri atas posisiku saat ini. Selir hatimu kah? Cinta sejatimu,kah?
Atau hanya pelarian cintamu saja? Sakit memang kalau tau posisi aku sekarang
ini apa. Kecuali saat ini kau sendiri. Aku tak terlalu meragu. Tapi kau telah
bersama orang lain. Kamu tlah bersama wanita lain. Terkadang aku menyesal, karna terlambat
mengenalmu waktu itu. Andai waktu itu aku lebih cepat dari wanita itu. Mungkin.
Sekarang aku dan kamu telah menjadi sepasang kekasih yang teramat bahagia.
Andai kamu tau, tak jarang ku tatap lekat dirimu dalam diamku.
Apalah yang ada dipikiran kita?
Sehingga kita bertahan dengan keadaan ini?kenapa tuhan tak menjawab hal ini
secepatnya. Aku capek. Aku lelah. Dan terkadang bosan dengan semua ini. Kau
terlalu abu-abu. Tapi aku takut untuk membuatmu jelas. Aku takut kalau nanti
keadaan tak seperti ini lagi.
Aku pernah tak terlalu mengindahkan
posisimu dihati ini. Aku pacaran dengan
lelaki lain yang juga seniorku. Kau marah. Sikapmu berubah. Kau cemburu
dan tak mau tau lagi dengan keadaan aku. Dan saat itu aku sadar. Perlahan kau
tlah menjadi indah dihati ini. Aku takut kehilanganmu. Sampai disuatu malam.
Disaat kamu katakan sedang rindu denganku. Aku sempatkan untuk bertanya hal ini
“pernah kepikiran untuk pergi gak?”.
“pernah”jawabmu
singkat.
“kapan?”.
“sekarang”.
“kenapa?”
“iya,karna
sekarang kamu udah punya pelindung”
Jantungku terasa menghujam. Seperti
pernah kau bilang. Kita berdua bagaikan cermin yang saling bertatap. Dan salah
satu dari kita adalah bayangannya. Disaat kita berantem, kau pun bilang kalau
cermin itu retak. Apa selamanya kita harus begini? Tapi sampai kapan? Andai aku
tau kapan waktu itu kan datang. Aku kan slalu siap. Aku tau gimana rasanya di
duakan. Dan aku tak mau hal itu trus-trusan terjadi. Aku punya tuhan. Dan tuhan
punya karma. Waktu, percepatlah jawaban itu. Aku mohon…
Terimakasih atas segala
rasa yg tlah kau beri, cermin slalu menunggu keajaiban hingga dirimu tmpakkan
kembali bayangan itu…
***Sedikit terinspirasi dari
cerita kak Ayu Arimbi pas ngabisin malem tahun baruan kemaren.,hehe ;)*

Komentar
Posting Komentar