Langsung ke konten utama

Pergi atau Tetap Tinggal (2)

             Tetapi dari setiap kekurangan yang dia punya. Dari setiap kesalahan yang telah diukirnya dihidupku. Dia pun telah menciptakan beragam warna di dalam hati dan pikiranku yang membuatnya menjelma menjadi pelangi di dalam hidupku. Senyumannya, canda-tawanya, manjanya dikala sakit, caranya untuk membuatku tersenyum dan tertawa selalu, perhatiannya, mungkin semua hal itu yang mampu untuk selalu menghancurkan setiap rasa amarahku padanya. Pengertian. Mungkin juga karena itu.
            Dulu, diawal kami pacaran. Mama aku tidak menyetujui hubungan kami. Entah karna hal apa. Aku memilih untuk menyembunyikan hal itu darinya dulu. Sampai akhirnya suatu saat aku pun mengatakan hal itu kepadanya. Dia kecewa. Seketika sifatnya mulai berubah. Tidak seperti biasanya. Menghilang tanpa kabar. Setiap pesan singkat yang aku kirim pun slalu terlambat dibalasnya. Sampai suatu ketika. Dia mengirimkan aku pesan singkat. Yang berisikan harapannya untuk mengakhiri hubungan ini. Aku kecewa. Sedih. Apakah hanya aku yang selalu berharap hubungan ini harus tetap ada? Apakah hanya aku yang selalu mencinta? Apakah hanya aku yang selalu menginginkan bila hubungan ini adalah cinta terakhir? Mungkin hanya aku.
            Aku mencoba menanyakan setiap alasan yang ada. Dia tetap tidak ingin menjawab. Ini bukan karena aku. Dan ini juga bukan kesalahanku. Lalu apa? Dalam diam aku terus menangis. Berharap bila pikirannya tiba-tiba akan berubah. Aku terus meyakinkan dia. Untuk tetap disini bersamaku. Melewati hari-hari yang gelap untuk dapat kita terangi bersama.
            Sore itu aku sendirian dirumah. Jadi tak ada seorang pun yang tau bila aku menangis karnanya. Andai ada mama. Mungkin dia akan marah. Karena dia benci wanita yang lemah. Apalagi bila aku harus menangis karena lelaki yang tak pantas untuk diperjuangkan. Tetapi itu bagi mama. Bukan aku. Bagiku dia adalah seseorang yang pantas untuk aku perjuangkan. Dan aku berharap dialah masa depanku.
            Dari setiap pesan singkat yang aku kirimkan kepadanya. Semua berisikan tentang pesan singkat akan dia tetap bersamaku disini. Hingga akhirnya dia pun luluh. Dan pesanku dibalasnya “tunggu aku selesai sholat maghrib dulu ya. Aku butuh waktu untuk ini”. Seketika perasaanku sedikit melega. Dan aku yakin. Dia tidak akan pernah pergi dariku. Dia akan tetap disini bersamaku. Apapun keadaan kami nanti. Sambil menunggunya, aku pun juga sholat dan berdoa agar pikiran dan hatinya akan tetap selalu terisi dengan aku.
            Hampir satu jam aku menantikan pesan singkatnya. Hingga aku meragu bila dia akan kembali. Tetapi tiba-tiba.. “maaf ya sayang. Aku gegabah. Maaf aku udah buat kamu kecewa. Maaf aku udah buat kamu nangis. Aku cinta kamu”. Dan tiba-tiba telponnya pun masuk..
            “thanks ya yan.. aku juga cinta kamu”
            “sin, maafin aku ya..”
            “iya yan.. wajar kamu gini dengan posisi kamu yang enggak bisa diterima mama aku”
            “aku di depan rumah kamu sin”

            Aku cepat-cepat lari keluar. Dan saat ku buka pintu.. “sintaaa” dia memeluk tubuhku erat. Hingga tubuhku tenggelam kedalam pelukannya. Dalam peluknya aku mendengarkan detakan jantungnya. Helaan nafasnya. Juga wangi parfumnya. Lelaki masa depanku. Inikah kebahagian itu? Yang harus slalu di iringi dengan kepedihan dan kesakitan. Haruskah?

Pergi atau Tetap Tinggal (1)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Friend Never End

            Taukan, sekarang bulan berapa? Dan waktu kita untuk bernafas diudara yang sama tak lagi lama. Dua tahun diatap yang sama selama 6jam itu bukan waktu yang singkat. Udah pasti banyak suka dan dukanya. Banyak tengkar dan tertawanya. Ada nangisnya juga. Marah-marahan. Udah deh.. gak perlu dijelasin panjang lebar. Kita yang sering disebut-sebut guru sebagai kelas unggulan, karna kita hidup dikelas IPA1. Dan sering juga kita juluki GEOMETRIS, terdiri dari 31 orang yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada 7 orang cowok ganteng dan 24 cewek manis.             Kehidupan bersama kita berawal pada bulan Juli 2012. Pada awal masuk kkelas itu. Kita semua belum saling kenal. Belum saling akrab. Cuma sekedar tau nama panggilan masing-masing. Ada salah satu teman cewek kita dikelas itu yang agak menonjol. Anaknya cantik, tapi rada tomboy, suka nyeplos...