Kita
Entah karna apa. Dan entah
kenapa. Tiba-tiba kamu tega mengirimkan aku pesan singkat yang berisikan
tentang permintaanmu kepadaku agar hubungan kita berakhir. Sakit. Terlalu sakit
sehingga airmataku pun tertahan. Dia tlah lelah untuk mengalir lagi. Kamu
terlalu sering mendorongnya keluar belakangan ini. Yang hal itu cendrung tak
kamu sadari.
Aku mencinntaimu. Aku
memperjuangkanmu. Menutupi segala penolakan yang ada di dalam hubungan kita.
Agar kita tetap bisa bertahan dengan kondisi apa pun. Namun kamu tak melihat
perjuanganku. Atau mungkin kamu tak menyadarinya? Sekarang semua tlah menjadi
sia-sia. Apa yang aku perjuangkan waktu itu. Kini hanya menjadi kenangan. “Pengalaman”.
Itu ucapku disetiap orang-orang menanyakan perasaanku tentang tindakkanmu. Yang
memutuskan aku tanpa alasan yang pasti aku sendiri tak tahu. Aku tak ingin kamu
terlihat bersalah. Begini pun aku tetap membelamu. Aku tak ingin orang-orang
membencimu. Andai waktu dapat berbalik untuk kita. Aku tak ingin orang lain
terlanjur membencimu.
Kini semua tlah berubah. Tak ada
lagi seseorang yang slalu mengingatkan aku untuk makan siang. Tak ada lagi
seseorang yang membuka pagiku. Dan tak ada lagi seseorang yang dengan rela
menunggu aku mengantuk hingga larut malam disaat mataku tak kunjung tertutup
apabila listrik mati dimalam hari. Aku merindu. Pasti karna aku masih
mencintaimu. Aku masih selalu mengingat setiap waktu yang dulu sering kita
habiskan bersama. Mendengarkan aku bernyanyi diujung telpon untukmu.
Mendengarkan ceritamu tentang perjalan hidupmu. Keluhanmu tentang sulitnya
mencari pekerjaan. Mungkinkah hanya aku yang merindu?
Apakah kamu masih mengingat mimpi
kita?
Mimpi untuk mengarungi setiap
detik dan setiap kuntum bunga-bunga bertaburan di setiap sudut kota tokyo.
Dengan berjalan kaki dan saling bergandengan tangan. Itu adalah hal yang
teromantis yang pernah kita khayalkan. Namun, tuhan tak meng”iya”kan apa yang
slama ini kita impikan. Sekarang semuanya telah berakhir. Mimpi itu hanya akan
menjadi kenangan kita. Atau mungkin hanya aku? Mungkin.
Andai waktu dapat berbalik.
Andai...
Namun nyatanya waktu terlalu
angkuh untuk ku minta kembali..
Maafkan aku yang tak pernah bisa
menjadi sempurna untukmu. Aku yakin, ada seseorang yang akan membuatku bahagia
dibanding aku. Dan aku yakin, dia sempurna untukmu.
Terima
kasih buat cinta, sayang,
Dan
perhatianmu untukku dulu.
Hal
itu cukup membuatku terpesona.
Hingga
aku terhenti,
Dan
memilih untuk menetap dihatimu..
Dulu...
Komentar
Posting Komentar