Langsung ke konten utama

Kita

Kita
Entah karna apa. Dan entah kenapa. Tiba-tiba kamu tega mengirimkan aku pesan singkat yang berisikan tentang permintaanmu kepadaku agar hubungan kita berakhir. Sakit. Terlalu sakit sehingga airmataku pun tertahan. Dia tlah lelah untuk mengalir lagi. Kamu terlalu sering mendorongnya keluar belakangan ini. Yang hal itu cendrung tak kamu sadari.
Aku mencinntaimu. Aku memperjuangkanmu. Menutupi segala penolakan yang ada di dalam hubungan kita. Agar kita tetap bisa bertahan dengan kondisi apa pun. Namun kamu tak melihat perjuanganku. Atau mungkin kamu tak menyadarinya? Sekarang semua tlah menjadi sia-sia. Apa yang aku perjuangkan waktu itu. Kini hanya menjadi kenangan. “Pengalaman”. Itu ucapku disetiap orang-orang menanyakan perasaanku tentang tindakkanmu. Yang memutuskan aku tanpa alasan yang pasti aku sendiri tak tahu. Aku tak ingin kamu terlihat bersalah. Begini pun aku tetap membelamu. Aku tak ingin orang-orang membencimu. Andai waktu dapat berbalik untuk kita. Aku tak ingin orang lain terlanjur membencimu.
Kini semua tlah berubah. Tak ada lagi seseorang yang slalu mengingatkan aku untuk makan siang. Tak ada lagi seseorang yang membuka pagiku. Dan tak ada lagi seseorang yang dengan rela menunggu aku mengantuk hingga larut malam disaat mataku tak kunjung tertutup apabila listrik mati dimalam hari. Aku merindu. Pasti karna aku masih mencintaimu. Aku masih selalu mengingat setiap waktu yang dulu sering kita habiskan bersama. Mendengarkan aku bernyanyi diujung telpon untukmu. Mendengarkan ceritamu tentang perjalan hidupmu. Keluhanmu tentang sulitnya mencari pekerjaan. Mungkinkah hanya aku yang merindu?
Apakah kamu masih mengingat mimpi kita?
Mimpi untuk mengarungi setiap detik dan setiap kuntum bunga-bunga bertaburan di setiap sudut kota tokyo. Dengan berjalan kaki dan saling bergandengan tangan. Itu adalah hal yang teromantis yang pernah kita khayalkan. Namun, tuhan tak meng”iya”kan apa yang slama ini kita impikan. Sekarang semuanya telah berakhir. Mimpi itu hanya akan menjadi kenangan kita. Atau mungkin hanya aku? Mungkin.
Andai waktu dapat berbalik. Andai...
Namun nyatanya waktu terlalu angkuh untuk ku minta kembali..
Maafkan aku yang tak pernah bisa menjadi sempurna untukmu. Aku yakin, ada seseorang yang akan membuatku bahagia dibanding aku. Dan aku yakin, dia sempurna untukmu.

Terima kasih buat cinta, sayang,
Dan perhatianmu untukku dulu.
Hal itu cukup membuatku terpesona.
Hingga aku terhenti,
Dan memilih untuk menetap dihatimu..
Dulu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Sampaikan Sayangku Untuk Dia

Sampaikan Sayangku Untuk Dia                 Kamu pernah jatuh cinta? Gimana rasanya?                 ***                 Tidak terasa seminggu lebih telah berlalu. Waktu liburan panjang yang sebelumnya selalu dinanti-nantikan. Kini telah mengukir banyak kisah.  Entah itu memulai kisah, ataupun mengakhirnya. Aku, Ariana Putri. Cewek kelahiran bandung 1995. Mahasiswa Psikologi disalah satu universitas populer, sekarang telah memasuki semester 6. Selama belajar ilmu psikologi hingga ditingkat ini. Ada banyak kisah yang tanpa sengaja telah ku ukir. Salah satunya, cinta.                 Yah… cinta. Bukan lagi hal yang tabu untuk kalangan remaja sepertiku. Bahkan mungkin...