Langsung ke konten utama

When This Rain is My Tears




Hujan dan cinta. Adakah yang pernah berpikir kalau hal itu akan saling berkaitan pada akhirnya dihidup kita? Mungkin tak seorang pun pernah memikirkannya. Kecuali aku. Aku pernah berpikir kalau kita seperti dua cermin yang saling bertatap. Kita memiliki sejuta persamaan. Namun tidak tentang cinta. Karna disaat aku berpikir bila cintaku adalah kamu. Kamu malah berpikir kalau cintamu adalah dia. Iya. Dia. Seseorang yang kamu kenal, setelah beberapa lama kita tlah mengenal sebelumnya.
Aku tak perlu menyebutkan dia siapa. Aku tak ingin semakin membuat goretan-goretan ini semakin terukir jelas dihati ini. Cukup atas rasa sakit yang kemarin tlah kau oreskan didalam hati ini. Karna sampai sekarang pun aku berani bersumpah. Kalau kamu tak pernah tau bila perlakuanmu kemarin tlah membuat luka lebar di hati ini. Sakit. Perih. Aku tak tau. Bila harus dibawa ke dalam ilmu medis. Harus dijahit hingga berapa jahitan luka ini agar benar-benar sembuh. Entah kapan luka ini bisa kering. Aku lelah. Atas hal sia-sia yang telah aku perjuangkan dulu. Andai dulu aku tau. Jika senyuman manis yang dulu itu akan berakhir sepahit ini. Mungkin aku lebih memilih terhempas keras di dasar laut. Daripada harus melihat tanganmu harus menggenggam tangan wanita itu di depanku. Dan aku berusaha untu selalu merasa biasa. Harus sampai kapan? Aku berusaha membantumu dalam drama ini?
Aku terus berusaha kuat. Berusaha kokoh. Padahal badai terus menghantam pertahananku. Aku lelah bila harus menunggumu akan berbalik memandangku lagi nanti. Karna itu tak akan pernah menjadi mungkin. Hadirnya gerimis disetiap soreku. Mungkin itu tlah cukup mewakili hadirmu yang dulu. Aku bingung. Enggak ngerti. Kenapa waktu itu aku bisa mencintaimu. Di depan halte bus. Sepulang aku sekolah. Di bawah hujan yang lebat. Tak sengaja aku terpeleset karna terburu-buru berlari ke halte karna harus berteduh. Dan tanganmu mencegahku untuk tak terjatuh. Waktu itu begitu singkat. Karna kita harus terpisah dengan arah pulang yang berlainan. Dan saat itu senyuman manismu tlah tercipta untukku. Tapi bodohnya aku. Tlah menggangap hal itu sebongkah berlian yang berharga.
Selanjutnya kita kembali bertemu. Dengan suasana yang sama. Hujan yang lebat. Dan di bawah halte. Namun keadaan saat ini semakin membuatku terbang. Kamu membalut tubuhku yang kuyup dengan jaket hangatmu. “pake aja. Kamu pasti sangat butuh ini” lalu kamu meninggalkanku dan pergi dengan bismu. Ntah apa maksudmu dari semua hal ini. Hari demi hari perlakuanku kepadaku semakin membuatku terpesona. Hingga akhirnya kita bertukaran nomer handphone. Aku mulai tau siapa club bola favoritmu, makanan apa yang paling kamu suka, hal bodoh yang terlalu sering kamu lakukan tanpa sadar,juga waktu-waktu yang sering kamu habiskan sendirian. Aku mulai tau jika kamu selalu rela bangun tengah malam demi mengejar tugas-tugas kuliahmu. Aku juga mulai tau, jika kamu anti banget dengan kecoa. Hampir semua tentangmu aku mulai mengetahuinya. Dan aku berharap juga mulai berharap hubungan kita pun akan lebih dari ini.
Tapi tidak. Semua tak seperti yang aku harapkan.
Kamu hilang. Kamu pergi. Entah kemana. Dihalte pun aku tak pernah jumpai kamu lagi. Semuanya seolah-olah terencana. Drama ini terlihat begitu rapi dan cantik. Sehingga aku dengan bodohnya pun rela menjadi tumbalmu.
Enam bulan setelah kamu hilang. Aku telah duduk di kursi perkuliahan. Tak sengaja aku melihatmu dengan seorang gadis. Cantik. Tapi tak seperti bayanganku tentangmu. Aku pikir kamu adalah lelaki yang soleh. Yang selalu merelakan setiap waktunya untuk beribadah. Namun mengapa wanitamu seperti wanita penggoda? Dengan rok diatas lutut juga baju tanpa lengan. Kamu menggenggam tangannya erat dan memamerkannya dengan teman-temanmu.Apakah itu salahku. Tidak seksi. Tanpa make up. Juga hal-hal yang mahal. Apa itu kurangku? Namun apa makna dari waktu itu? Apa arti dari kejadian enam bulan yang lalu?

Terima kasih atas rasa sakit ini. Karnamu, hujan yang ku anggap hal yang sial menjadi sangat berarti dan bermakna. Dan karnamu juga. Setiap waktu hujanku menjadi waktuku untuk mengenangmu dengan setiap air mata yang setia mengalir di pipiku.

Komentar

  1. keren kok cerpennya. Kisahnya kena banget sama aku :') tapi tehnik penulisannya tolong diperbaikin yah, coba kamu yang cek sendiri ajah ya :) itu ajah sih saranku. berkunjung juga dong ke blogku http://nisaramadhanii.blogspot.com makasiihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. aku suka typo niss :((
      blog kamu juga keren kok (Y)

      Hapus
  2. cerita yang disukain apa sih? pengen tau ajah :D

    BalasHapus
  3. comment di blogku ya. saran, yg disuka dan lainnya. maaf banyak nanya :D mksdku disitu cerita apa yg kmu suka dri isi blogku hehe :D maaf banyak nanya. waduh :D

    BalasHapus
  4. mention aja mending niss :) @Naizaa_

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Friend Never End

            Taukan, sekarang bulan berapa? Dan waktu kita untuk bernafas diudara yang sama tak lagi lama. Dua tahun diatap yang sama selama 6jam itu bukan waktu yang singkat. Udah pasti banyak suka dan dukanya. Banyak tengkar dan tertawanya. Ada nangisnya juga. Marah-marahan. Udah deh.. gak perlu dijelasin panjang lebar. Kita yang sering disebut-sebut guru sebagai kelas unggulan, karna kita hidup dikelas IPA1. Dan sering juga kita juluki GEOMETRIS, terdiri dari 31 orang yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada 7 orang cowok ganteng dan 24 cewek manis.             Kehidupan bersama kita berawal pada bulan Juli 2012. Pada awal masuk kkelas itu. Kita semua belum saling kenal. Belum saling akrab. Cuma sekedar tau nama panggilan masing-masing. Ada salah satu teman cewek kita dikelas itu yang agak menonjol. Anaknya cantik, tapi rada tomboy, suka nyeplos...