Langsung ke konten utama

Diam

Diam

Andai tuhan memberikan aku sebuah permintaan terakhir. Aku pastikan meminta seribu kesempatan. Yang akan selalu ku isi dengan kamu, kamu, dan kamu.
                Mata saling menatap. Hati saling mencinta. Namun bibir tetap trus terkatup. Entah sampai kapan. Jantungku trus menghujam. Berusaha untuk mendorongku agar mengungkap apa yang selama ini tlah ku pendam sendiri. Namun ego lebih kuat. Ketakutan membuatku terperanjat dan memintaku untuk terus diam. Karna keadaanmu yang kini tlah menjadi kekasih orang lain.
                Aku ke barat. Kamu ke timur. Kita tidak pernah mempertemukan arah yang sama agar kita bisa tanpa sengaja benar-benar bertemu. Tanpa rencana. Ingin rasanya berselisihan disampingmu. Melihat lekat setiap lekukan wajahmu disampingku, walau hanya sesaat. Sesaat, namun penuh makna. Aku lelah bila harus pura-pura melihat kelain arah setiap kali mata kita harus saling bertatap. Aku lelah pura-pura tidak melihatmu, setiap kali mata kita bersatu diantara kerumunan orang-orang yang ada disekitar kita. Konyol memang. Diantara orang-orang yang riuh menyesakkan, tuhan mengizinkan kita untuk tetap saling memandang. Hingga akhirnya terkadang aku lupa. Jika saat itu juga tanganmu sedang digenggam oleh orang asing itu.
                Tetapi kenapa kita bertemu? Jika hanya akan tercipta suatu perpisahan? Andai dulu rasa penasaranku terhadap hadirmu tak pernah hadir. Atau tepatnya... Andai dulu rasa penasaranku tak terlambat untuk hadir. Mungkin sekarang tanganmu ada didalam genggamanku. Mataku tak harus lelah menelusuri yayasan ini mencari hadirmu yang ujung-ujung hanya akan membuat nafasku sesak karna melihatmu selalu disampingnya. Entah kapan waktunya. Disaat aku menemukanmu , tanganmu melambai dan menghampiriku.
___________________________________
                Izinkan aku berbalik. Berbalik kearah dimana awal kita kenal. Mungkin tepatnya saling tahu. Awal disaat rasa ini belum hadir. Belum ada jantung yang menghujam kencang . Belum ada rasa yang penuh harap. Semuanya masih biasa. Melihatmu hanya sebagai teman baruku.
                Tanpa sengaja waktu itu kita berkenalan lewat media yang bergengsi. Yang aku tahu, kamu begitu menyukai temanku.  Yang tidak sengaja dia juga salah satu temanku di masa taman kanak-kanak dulu. Entah lah. Sekilas hal itu hanya terpandang biasa bagiku. Namun lama kelamaan, aku tidak mengetahui hal apa yang mendorong ku kemarin untuk memulai perkenalan denganmu. Melalui pesan singkat perkenalan kita dimulai. Saat itu aku senang setiap harus memulai pertemanan baru. Tetapi hal itu terjadi berbeda dikamu.
                Dan akhirnya kita mulai saling mengenal. Kita saling menghapal tanggal lahir masing-masing. Mulai mengetahui hal-hal yang terpaut istimewa.Dan,tanpa sadar kita menyukai satu hal yang sama. Kita sama-sama hobi baca komik Naruto. Unik, wanita manis seperti kamu hobi baca komik Naruto. Itu adalah salah satu daya tarikmu buat aku. 
Lambat laun, angin berhembus. Rasa nyaman mulai merasuk jiwa. Walau hanya dengan pesan sederhana di setiap harinya. Hal itu tlah cukup mencairkan kutub es yang tlah lama membeku di dalam hatiku. Memberikan sejuta bintang yang indah. Dan menghadirkan pelangi yang cerah setelah lama mendung yang terus menghampiri hidup ini.
                “semangat buat hari ini ya”
                “iya, dirimu juga ya”
                Salah kah aku? Jika dalam diam akhirnya aku nyaman. Dosa kah aku? Bila nyatanya rasaku kita tlah berubah. Walau jika bertemu kita cendrung hanya saling bertatap. Aku ingin waktu itu tak pernah berlalu. Jika hanya dalam mimpi aku bisa benar-benar memilikimu. Adilkah jika aku berharap malam takkan pernah hilang?

Cinta tak pernah bisa memilih,
Siapa seseorang yang pantas untuk dapat kita cintai.
Yang cinta tau hanya hadir, lalu berdiam di tempat yang telah membuatnya nyaman.

Selalu...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey Ers💛

Aku benci setiap kali harus pulang setelah perjalanan panjang yang kita lalui bersama Aku benci sore Aku benci waktu yang berlalu begitu cepat ketika kita sedang bersama Bby, ingin ku sederhana. Harapku tak muluk muluk. Aku telah ingin pulang bersamamu Hidup di satu ruang yang sama Mencintaimu dengan utuh Tanpa jeda Spasi Atau pun jarak. Ku harap sang pencipta rasa yang ada di dada kita sekarang. Akan mendengarnya. Lalu menyegerakan kita untuk segera bersama. Dengan halal. Sayangmu ini, selalu menyayangimu bby. 💋

Hai... Raion

Hai, raion. Kamu apa kabar? Ku harap, kabarmu baik. Walau tak pernah dapat ku pastikan bagaimana kabarmu sebenarnya disetiap harinya. Kamu masih ingat, enggak? Waktu pertama kali kita saling mengenal, ataupun waktu pertama kali social media kita saling bertaut. Raion… Kalau aku boleh jujur. Dari awal kita saling mengenal. Ada hal berbeda yang aku rasakan yang sebelumnya belum pernah aku rasakan di orang lain. Walau sampai saat ini pun aku belum mengetahui hal itu apa. Dulu, sebelum kita akhirnya berkenalan. Disaat hubungan kita masih hanya sekedar social media yang bertautan. Aku suka mempehatikanmu. Melihat feed Instagram-mu, instastory-mu, yang walau terkadang tidak ada pergerakan apa-apa. Terkadang iseng sembari menggeser kursor keatas-bawah saat melihat feedmu. Bibirku bersholawat. Aku merasa kamu cukup mengagumkan, raion. Kalau aku tidak salah mengingat. Interaksi awal kita adalah disaat aku terkena musibah pertengahan tahun lalu. Kamu, mencoba menguatkan aku dan menberik...

Friend Never End

            Taukan, sekarang bulan berapa? Dan waktu kita untuk bernafas diudara yang sama tak lagi lama. Dua tahun diatap yang sama selama 6jam itu bukan waktu yang singkat. Udah pasti banyak suka dan dukanya. Banyak tengkar dan tertawanya. Ada nangisnya juga. Marah-marahan. Udah deh.. gak perlu dijelasin panjang lebar. Kita yang sering disebut-sebut guru sebagai kelas unggulan, karna kita hidup dikelas IPA1. Dan sering juga kita juluki GEOMETRIS, terdiri dari 31 orang yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ada 7 orang cowok ganteng dan 24 cewek manis.             Kehidupan bersama kita berawal pada bulan Juli 2012. Pada awal masuk kkelas itu. Kita semua belum saling kenal. Belum saling akrab. Cuma sekedar tau nama panggilan masing-masing. Ada salah satu teman cewek kita dikelas itu yang agak menonjol. Anaknya cantik, tapi rada tomboy, suka nyeplos...